Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 28 Juli 2015
Cinere - Memasuki tahun ajaran baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Siswa (MPLS) dimulai. Namun, kegiatan penyambutan siswa baru yang cenderung menindas secara fisik dan psikis harus dihentikan. Untuk itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il memantau jalannya MPLS di SMAN 9, Jalan Bali Blok H RW 13, Perumahan Megapolitan Estate, Cinere. Turut mendampingi Asisten Tata Praja, Asisten Ekbangsos, Camat Cinere, Sekretaris Dinas Pendidikan, dan Kabag Humas Protokol., Selasa (28/07/15).
Kepala sekolah SMAN 9, Supyana menginformasikan bahwa ada 216 siswa baru. Beliau menyatakan bahwa MPLS bukan ajang melakukan kekerasan atau perplocoan, tetapi sebagai ajang untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. “Tujuan MPLS di SMAN 9 untuk pengenalan para guru,lingkungan, dan juga kakak kelas. MPLS dilaksanakan selama tiga hari sebagai langkah awal siswa baru dalam memasuki SMAN 9, berupa pengenalan terhadap segala seluk-beluk yang ada di SMA 9, mulai dari para guru, lingkungan, hingga kakak kelasnya,” ujarnya.
Walikota Depok mengatakan bahwa kegiatan MPLS penting diberikan untuk pengenalan budaya dan prestasi sekolah, agar para siswa mengetahui bahwa sekolahnya adalah sekolah yang terbaik. Layaknya memasuki dunia baru, menjadi wajar jika ada perasaan asing dalam diri mereka terhadap lingkungan barunya. Disinilah pentingnya proses pengenalan, pembelajaran, dan pemahan segala macam yang melekat pada lingkungan baru mereka. MPLS sebagai upaya agar siswa lebih mencintai sekolah sebagai lingkungan baru. “Berikan siswa kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan sekolah, agar mereka bisa menyatu dan beradaptasi dengan cepat, serta terdorong untuk aktif memahami lingkungan barunya,” tutur pria lulusan Amerika.
Dalam kesempatan itu, Nur Mahmudi memberikan motivasi kepada siswa untuk memasang cita-cita setinggi-tingginya. Karena cita-cita tersebut akan menjadi tujuan hidup. “Sekolah tidak bisa terulang, miliki niat bahwa sekolah untuk menambah kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan, serta membentuk karakter, dan kepribadian, sehingga bisa menentukan tujuan hidup,” tuturnya.
Pria kelahiran Kediri ini tak memungkiri ekspresi anak muda yang cenderung bandel. Karena itu Beliau menghimbau siswa untuk berekspresi secara positif dan tidak memasuki ranah narkoba, miras, judi, dan pergaulan bebas. “Semua itu harus dihindari lahir dan batin. Jangan juga menjadikan rokok sebagai budaya,” tegas Nur Mahmudi seraya menghimbau untuk menempa semangat membaca. (olas)