Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 28 Juli 2015
Cinere - Dengan menggunakan bus operasional One Day No Rice, Walikota Depok Nur Mahmudi bersama Wakil Ketua DPRD Depok bertandang ke Kecamatan Cinere. Tujuannya adalah untuk rapat kordinasi (rakor) penanganan masalah sampah di Cinere, Selasa (28/07/15) siang. Pria kelahiran Kediri ini menjelaskan sengaja mengajak Wakil DPRD yang juga Ketua Asosiasi Bank Sampah M Supariyono untuk memaparkan segala hal terkait persampahan. Turut hadir Asisten Tata Praja, Asisten Ekbangsos, Camat Cinere, Lurah se-Kecamatan Cinere, dan Kabag Humas & Protokol Setda Depok.
Walikota Depok menghimbau untuk meningkatkan kesadaran warga Cinere untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memulai mengolah sampah. Pria lulusan Amerika ini juga menghimbau warga Depok agar Depok tidak digunakan sebagai tempat orang-orang untuk melakukan pelanggaran yang berdampak pada kerusakan lingkungan. “Evaluasi kinerja satgas kebersihan, interaksi dengan para pengelola lingkungan, kordinasi lebih intensif dengan DKP terkait pengangkutan timbunan sampah. Setiap wilayah harus memiliki satgas kebersihan dan munculkan sistem kerja mulai dari pengangkutan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan. Dengan begitu masalah sampah dapat terselesaikan dan lingkungan menjadi nyaman, bersih, dan sehat,” himbau Nur Mahmudi seraya meminta Camat Cinere untuk menggalakan implementasi Perda persampahan dan mengaktifkan bank sampah, serta membuat UPS yang representatif atau recycle center.
Camat Cinere Asloe'ah Madjri menginformasikan sudah ada 15 bank sampah di Kecamatan Cinere. “Kami juga akan meluncurkan program pemilihan dan pengelolaan sampah di empat kelurahan. Dimana ada beberapa RW di empat kelurahan tersebut yang akan menjadi pilot projek pemilahan sampah. Kami memfasilitasi dengan ember untuk tempat memilah serta alat kebersihan lain,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Bank Sampah Kota Depok M. Supariyono, mengatakan bahwa sampah bukan masalah yang mudah karena terkait kebiasaan dan budaya. “Kendala sampah adalah orang tua dan dan orang kaya. Dengan keyakin kuat, kita bisa menyelesaikan masalah sampah. Pahami bahwa sebenarnya sampah yang dibuang bernilai, bisa dimanfaatkan dan di recycle. Segera lakukan proses pemilahan sampah, karena kalau tidak, nanti warganya semakin banyak, tempat membuang sampahnya semakin tidak ada. Semua warga Depok harus memilah sampah. Paling tidak, yang harus dibuang ke TPA minimal tinggal 10%, ujar Supariyono.
Di Kecamatan Cinere harus dibuat UPS organik dan non organik, hal tersebut sebagai sarana bagi masyarakat. Karena kalau sudah tumbuh kesadaran masyarakat, tetapi unit pengolahannya tidak tersedia, proses pengolahan pun tidak bisa berjalan. Saya sebagai ketua asosiasi bank sampah kota Depok siap kalau masyarakat membutuhkan pendampingan. Sebagai Wakil Ketua DPRD, Saya akan mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan UPS organik dan non organi di Gandul,” tuturnya seraya menghimbau Camat Cinere beserta para Lurah untuk studi banding ke Perumahan Gema Pesona yang telah sukses mengelola bank sampah. (olas)