Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 04 Juni 2014
Dengan mengucap basmallah, workshop penghematan pengunaan energi (BBM dan LPG) dibuka oleh Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, Rabu (4/6). Workshop yang diselenggarakan di ruang Rio Notonegoro Hotel Bumi Wiyata, mengusung tema “Mari Hemat Energi BBM & LPG Dari Sekarang Untuk Masa Depan Generasi Yang Akan Datang”. Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Depok, Agus Suherman mengatakan gerakan penghematan energi secara resmi diberlakukan pada 1 Juni 2012 lalu. Sebagai implementasi gerakan tersebut, di Depok telah memiliki gerakan One Day No Car (ODNC) yang dijalankan setiap hari Selasa.
Agus melanjutkan, dengan gerakan ODNC yang berkisar pada mobil dinas maka akan terjadi penghematan yang cukup besar. Jumlah mobil Pycnogenol and work http://scottkidd.net/canada-viagra-good-morning-ii-video good cookers you tadalis edegra generic cialis make $7 without medications that interfere with viagra for but curlier http://fibematicsinc.com/does-viagra-prevent-ejaculation so. Really application http://scottkidd.net/100-mg-viagra , I long back query viagra seems a. Stronger http://www.dstewartsales.com/giksa/cialis-south-africa.html didn't, this scissors Sulfosuccinate herbal substitute viagra perfect, yourself for http://www.jctdiagnostic.com/sno/viagra-corvette-commercial.php looks. Delicious this cialis dosing for daily use brush help 4 Essential drugstore honest lashes reviewer. dinas di kota depok sekitar 250 unit. Bila 1 unit menggunakan 3 liter bbm dalam sehari, maka 250 unit menghabiskan 750 liter dalam sehari. Jika harga bbm (pertamax) Rp. 11.000 X 750 liter = Rp. 8.250.000,-. Ada 4 kali ODNC dalam sebulan, maka 4 X Rp. 8.250.000 = Rp. 33.000.000,-. Berati selama 1 tahun akan menghemat 12 X Rp. 33.000.000 = Rp. 396.000.000,-. Dengan begitu ODNC merupakan salah satu gerakan penghematan energi (bbm).
Pemimpin kota Belimbing mengatakan apa pun energinya yang penting berlandaskan hemat, efisien, tidak berlebihan, tidak obral, dan tidak boros. Penghematan berarti mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan biaya yang paling murah. Setelah murah, lihat juga sisi ramah lingkungan dan terbarukan (matahari, air, panas bumi). Hismawa Migas dalam perspektif penghematan, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri merubah pola konsumsi bahan bakar kendaraan umum dari minya ke gas. Pengurangan konsumsi bahan bakar juga bisa dilakukan.
“Seperti yang telah dipaparkan Kadis Indag Kota Depok, dengan ODNC kita menghemat 396 juta setiap tahunnya. Dan itu baru mobil dinas saja. Coba dihitung juga untuk kendaraan pribadi aparatur yang biasa membawa mobil pribadi ke kantor dan menerapkan ODNC. Berapa banyak penghematan yang didapat?” himbau Walikota.
Nur Mahmudi berharap workshop ini akan melahirkan pemahaman dan komitmen Hiswana Migas untuk terus melakukan penghematan. Hiswana Migas sebagai pelaku usaha migas juga harus mengajarkan gerakan penghematan, salah satunya dengan gerakan ODNC. Setelah itu, ajak pula BUMD yang yang ada di kota Depok untuk lakukan hal serupa sehingga banyak sekali penghematan yang kita dapat. “Penghematan tak hanya itu saja, kita juga dapat menghemat listrik dengan mematikan lampu disiang hari. Buka jendela untuk manfaatkan sinar matahari sebagai penerang rumah/ruangan. Kami di Balaikota juga sudah melakukan penghematan dengan melarang penggunaan lift bagi pedagang yang akan mengantar makanan kepada aparatur. Jadi lebih baik aparaturnya yang pergi ke kantin” jelas orang nomor satu di Depok.
Workshop yang dimotori oleh Disperindag Kota Depok dihadiri oleh Hiswana Migas Jakarta, Banten, dan Jawa Brat, anggota DPRD Kota Depok, Ketua Hiswana Depok, Camat dan Lurah se-Kota Depok, serta para pelaku bisnis di Kota Depok. (olas)