Siaran Pers

Calon Paskibra Kota Depok Temui Walikota

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 03 Jul 2015
  • Waktu: 07:30 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Jum’at, 3 Juli 2015

Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il menemui Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Kota Depok Tahun 2015, di Aula lantai 1, Gedung Balalikota Depok. Turut mendampingi, Asisten Tata Praja, Kabid Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Seksi Bina Pemuda.

Maksud kedatangan Capaska ialah untuk bersilaturahmi dengan Walikota Depok dan Muspida. Capaska Kota Depok tahun 2015 ini terdiri dari 21 orang putra dan 21 orang putri yang berasal dari 24 SMA/SMK se-Kota Depok. Para Capaska ini telah melalui seleksi yang ketat yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 26 Maret yakni seleksi/tes administrasi serta pada tanggal 29 Maret yakni seleksi/tes kesehatan, wawancara, kesamaptaan, dan pantukhir (pantauan terakhir).

Sebelumnya, sebanyak 285 orang pelajar yang berasal dari SMA/SMK/MA se-Kota Depok mendaftar sebagai peserta Capaska, hingga akhirnya terpilih menjadi 42 orang Capaska. Dari 42 orang tersebut, 40 orang bertugas di Depok dan 2 orang bertugas di Provinsi Jawa Barat, yang telah lolos seleksi Capaska Tingkat Provinsi Jawa BARAT Tahun 2015 pada tanggal 19 s.d 21 Mei lalu. Dua orang perwakilan dari Kota Depok tersebut atas nama Natasya Ulibasa dari SMAN 2 Depok dan Alvis Rahman Basuki dari SMA Tugu Ibu.

Capaska tingkat Kota Depok dilatih dan dibina pada kegiatan pra pemusatan latihan dari tanggal 5 April s.d 31 Juli bertempat di lapangan Balaikota Depok. Nantinya para Capaska tersebut juga akan memasuki tahap pemusatan latihan pada tanggal 10 s.d 18 Agustus bertempat di Wisma Atlet Kostrad Cilodong. Para Capaska akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-70, pada tanggal 17 Agustus dilapangan Balaikota Depok.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il berharap bagi yang telah lolos seleksi Capaska ini agar memanfaatkan peluang dan amanah ini sebaik-baiknya. Keterampilan yang didapat dalam pelatihan paskibraka dapat dijadikan bekal hidup usai meninggalkan bangku sekolah. Nur Mahmudi mengatakan bahwa proses pematangan diri dan pembangunan karakter tidak hanya didapat dari bangku sekolah dan bangku kuliah saja, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakulikuler seperti pelatihan pabkibraka.”Jika kita lihat paskibraka atau pasukan pengibar bendera pusaka, hanya sekedar pengibar bendera berarti hanya sampai bendera itu dikibarkan. Akan tetapi ini ditata secara resmi, memerlukan aneka persiapan, koordinasi dengan kelompok, interaksi dengan peserta uparaca dan juga disaksikan oleh para undangan, ternyata banyak teknik yang harus dipelajari, seperti teknik baris-berbaris dan lain sebagainya”, ujar Nur Mahmudi.

Beliau juga menambahkan, semua yang telah dilakukan itu menghasilkan keterampilan, disiplin dan pembentukkan karakter. Hal ini berguna bagi kita serta harus tetap dipegang teguh dan dijadikan modal untuk terus membangun dan membentuk karakter yang positif. Walikota juga mengajak para Capaska untuk senantiasa menjaga jaringan komunikasi, baik antar Capaska yang berbeda sekolah ataupun dengan Purna Paskibra/alumni paskibra.

Dalam kesempatan ini juga dibuka seksi dialog antara Walikota dengan Capaska. Salah seorang Capaska menanyakan apa usaha yang dilakukan Kota Depok dalam menghadapi berbagai aliran kepercayaan yang menimpang yang masuk ke Depok. Menanggapi pertanyaaan tersebut, Walikota menjawab bahwa langkah-langkah yang dilakukan Kota Depok ialah langkah preventif dan persuasive. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan lembaga-lembaga yang ada diKota Depok. Diantaranya FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Walikota juga mengungkapkan untuk menjaga kerukunan, kegiatan pembinaan keagamaan dimasing-masing level harus dikuatkan. “Sebagai paskibraka yang mewakili anak muda, Capaska juga dapat membantu mensosialisasikan perda yang ada di Kota Depok, seperti Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok)”, tutur Walikota. (mira)