Siaran Pers

Wakil Walikota Buka Puasa di Rumah Tahanan Militer

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 27 Jun 2015
  • Waktu: 22:56 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Sabtu, 27 Juni 2015



Cimanggis - Kebahagiaan dan berkah ramadhan dirasakan oleh penghuni Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis. Anak yatim dan dhuafa dari Majelis Ta'lim Nurul Jannah Komp. RTM 088/011 kel. Tugu, Cimanggis Depok, juga merasa bahagia, saat Wakil Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad hadir dalam acara buka puasa bersama di lingkungan rutan RTM Cimanggis Depok. Buka puasa bersama ini terselenggara atas kerjasama Intalansi RTM dengan majlis ta’lim Nurul Jannah (27/06/15).

Kaspar Ohiowirin yang membina 42 napi ini menginformasikan bahwa kegiatan yang bertajuk bulan taubat dan bulan berbagi kebahagiaan, adalah kegiatan pertama sejak Depok menjadi kota Administratif. ”ini kali pertama para napi merayakan ramadhan bersama warga lingkungan sekitar rumah tahanan militer. Tujuannya agar tumbuh kebersamaan dan kepedulian

terhadap sesama,”ungkap Letkol CPM yang akrab disapa Kaspar.

Kaspar berharap, dengan kebersamaan dibulan ramadhan, pihak RTM dan warga lingkungan dapat bahu-membahu dalam menjaga keamanan lingkungan, sehingga tercipta hubungan sosial yang kondusif. Terlihat hadir Camat Cimanggis, Lurah Tugu, pengurus lingkungan dan jamaah Majlis ta’lim, serta warga sekitar RTM.

Wakil Walikota menyatakan kegiatan ini menjadi sebuah bukti bahwa warga dapat menyelesaikan masalah social, khususnya perbedaan antar umat beragama. "Atas kesadaran dan kedewasaan warga, bulan ramadhan ini dimanfaatkan untuk bersilaturahmi, mengingatkan dan berbagi kepada sesama, melalui kegiatan buka puasa bersama,” tutur Idris yang tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Mantan pengurus MUI kota Depok ini, juga menyelipkan tausiyah tentang taubat. Dimana Ramadhan adalah bulan taubat bagi seluruh umat muslim tanpa terkecuali. Setiap diri yang mengaku beriman, tanpa memandang status social, memanfaatkan ramadhan sebagai bulan taubat, sehingga kita dapat membentuk kepribadian agar menjadi orang yang lebih bertaqwa.

“Rasa penuh taubat dan keinginan berbagi sesama manusia akan melahirkan kebahagian bagi diri manusia tersebut. Puasa diartikan sebagai momentum pembentukan karakter, meningkatkan nilai kekuatan iman dan takwa kepada sang khalik. Hidup dalam sebuah perbedaan bukanlah menjadi sesuatu hal yang menjadi penghalang. Perbedaan adalah cara untuk meningkatkan sikap toleransi dan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan social,” kata lelaki alumni Gontor yang mengakhiri buka bersama dengan memberikan santunan kepada anak yatim secara simbolis. (olas)