Siaran Pers

Idris Mengisi Talkshow Di Bens Radio

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 25 Jun 2015
  • Waktu: 07:31 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Kamis, 25 Juni 2015



Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad bertandang ke Bens Radio, di jalan Jagakarsa Nomor 39 Jakarta Selatan, Kamis (25/6). Kedatangan Idris ialah sebagai narasumber dalam talkshow “Begaya Kopi Anget” yang mengudara dari pukul sembilan sampai sepuluh pagi. Kedatangan Wakil Walikota diterima langsung oleh Account Executive Aldin Hidayat, Produser Ali Musaid, dan Penyiar acara tersebut, Arya.

Mengawali perbincangan, Idris mengungkapkan kita harus tetap aktif di bulan Ramadhan. Idris melanjutkan, Kegiatan Ramadhan di Depok juga cukup padat. Diantaranya Sholat Tarawih di Masjid Balaikota Depok 23 rakaat dengan membaca satu juz tiap malamnya atau lebih dikenal dengan one day one juz. Menjelang 10 hari terakhir Ramadhan, ada I’tikaf di Masjid Balaikota Depok, tepatnya dimulai pada malam ke 21. “Partisipasi masyarakat untuk I’tikaf di Masjid Balaikota cukup bagus. Tahun lalu hampir 500 peserta yang berpartisipasi dimana mayoritas adalah anak-anak muda”, ujar Idris. Di Masjid Balaikota juga ada Kultum seusai sholat zuhur. Kultum selain diisi oleh Walikota dan Wakil Walikota, juga diisi oleh pejabat eselon 2, dimana materi kultum yang disampaikan ada kaitan dengan dinas atau instansi yang dipimpin oleh pejabat eselon 2 tersebut.

Selain itu, juga ada Tarling (Tarawih Keliling) di 11 Kecamatan se-Kota Depok. Tarling juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Depok. Nantinya juga akan ada buka bersama anak yatim, peringatan Nuzulul Qur’an, Sholat Idul Fitri dan dilanjutkan dengan acara Halal Bihalal. Terkait kinerja Aparatur Sipil Negara selama bulan Ramadhan ini, Idris mengingatkan bahwa berpuasa jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. “Kita selalalu mengingatkan, diantaranya pada tiap apel pagi melalui pembina apel yang terus menyampaikan agar para pegawai tetap menjaga kinerjanya di bulan Ramadhan ini”, tutur Idris. Wakil walikota juga mengingatkan agar dalam menjalankan ibadah puasa ini, bekerja dan beribadah dapat berjalan beriringan. Beliau juga sering menyampaikan diberbagai kesempatan mengenai pentingnya taqwa, bahwa taqwa tidak hanya saat kita berada di masjid, tetapi dijalan dan dimanapun kita berada, kita harus tetap menjaga taqwa kita dan takut akan tuhan.

Di bulan Ramadhan ini, juga ada perubahan jam kerja pegawai. Berdasarkan Surat Edaran Walikota Depok Nomor 060/586-Ortala tentang Penetapan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Kota Depok Pada Bulan Ramadhan mengatur jam kerja pada hari Senin sampai dengan Kamis, masuk kerja diawali apel pagi pukul 08.00 wib dan pulang kerja pukul 15.00 wib, serta hari Jum’at pulang kerja pukul 15.30 wib. Hal ini berbeda dari hari biasanya, dimana sebelumnya masuk kerja diawali apel pagi pukul 7.30 wib serta pulang kerja pada hari Senin sampai dengan Kamis pukul 15.30 wib dan pada hari Jum’at pulang kerja pukul 16.30 wib. “ Jam masuk kerja pegawai selama Ramadhan berdasarkan Surat Edaran Walikota yang didasarkan pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sekaligus untuk memberi kelonggaran kepada pegawai wanita khususnya, agar dapat menyiapkan menu sahur dan berbuka bagi keluarganya”, jelas Idris. Beliau juga menambahkan, bahwa pegawai Pemkot Depok tidak hanya warga Depok, tetapi juga warga sekitar Kota Depok, seperti Bogor dan Bekasi.

Untuk menghormati bulan Ramadhan, dua pekan sebelum Ramadhan, Walikota Depok juga telah mengeluarkan maklumat yang berisi tentang himbauan kepada kafe, live music dan sebagainya agar menutup sementara usahanya pada tiga hari sebelum Ramadhan dan tiga hari setelah Idul Fitri. “Prinsipnya, orang yang tidak puasa menghormati orang yang puasa”, ujar Ketua Komda Lansia ini. Terkait harga kebutuhan yang cenderung meningkat, terutama kebutuhan pangan, Idris mengemukakan bahwa Pemerintah Kota Depok telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar berlaku sewajarnya dalam pengeluaran. Hal ini untuk mencegah inflasi, naiknya harga kebutuhan yang dikarenakan permintaan yang meningkat. Selain itu Pemerintah Kota Depok juga terjun ke pasar untuk meninjau harga serta ketersediaan barang. “Kita juga mengingatkan kepada para pedagang agar tidak melakukan aksi penimbunan dan mengambil keuntungan sewajarnya saja, yakni cukup mengambil keuntungan 2x lipat, jangan sampai 3 atau 4x lipat”, jelas suami dari Elly Farida.

Dalam talkshow ini juga ada dialog interaktif dengan pendengar melalui line telphone. Wakil Walikota menjawab pertanyaan dari ningrum, warga Kalibaru yang telah 5 tahun berdomisili di Depok yang bertanya tentang potensi zakat serta pengelolaannya. Berbicara mengenai Zakat, Idris mengutarakan bahwa potensi zakat yang ada di Depok cukup besar, yang berasal dari zakat fitrah, zakat mal dan juga sodakoh yang dihimpun dari Baznas, PKPU serta berbagai lembaga dan yayasan lain. Idris mengatakan kedepannya ada beberapa hal yang harus kita kembangkan, yaitu zakat produktif, dimana penerima zakat atau mustahik suatu saat dapat menjadi muzaki atau pemberi zakat. Salah satunya peruntukan zakat dapat diberikan sebagai permodalan untuk usaha. Zakat juga dapat dipergunakan dalam bidang pendidikan.

Jelang Idul Fitri juga seperti sudah tradisi, Depok menjadi salah satu tujuan migrasi. Pertumbuhan penduduk di Depok mencapai 3,4% dan tahun 2015 sudah mencapai 2 juta orang. “Pertambahan penduduk di Kota Depok bukan karena program KB-nya yang tidak berhasil, tapi lebih karena migrasi. Dari sisi migrasi, kita serius melakukan sensus penduduk, karena banyak yang tinggal di Depok tapi belum memiliki KTP Depok. Jika tinggal di Depok sudah tiga bulan, namun belum memiliki KTP, harus punya izin tinggal sementara”, jelas Wakil Walikota.

Dalam mengantisipasi keamanan selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pemkot Depok bekerjasama dengan aparat kepolisisan yang didampingi Satpol PP serta aparat terkait. Idris juga berpesan kepada warga yang berencana untuk pulang kampung atau mudik untuk melapor kepada RT/RW setempat untuk menghindari hal yang tak diinginkan. “Gas dan listrik juga tak luput dari perhatian kita jika ingin mudik, jangan sampai terjadi bencana kebakaran akibat ledakan gas dan korsleting listrik yang biasa terjadi saat rumah ditinggal kosong”, pesan Idris.

Ditanya mengenai sosok pemimpin yang ideal, Idris menjawab bahwa Depok dengan masyarakatnya yang multi etnis, dibutuhkan sosok pemimpin yang soleh dan kuat. Beliau menjelaskan bahwa ada orang yang soleh tapi bukan orang yang kuat. Begitu pula sebaliknya ada orang yang kuat tapi jahat. Diharapkan sosok pemimpin yang baik dan kuat dalam arti kuat fisiknya, kuat intelektualnya, kuat mentalnya, dan kuat spiritualnya. Beliau juga menambahkan, Depok harus kita jadikan Smart City, yang beliau artikan sebagi kota yang “Semakin Maju dan bermARTabat”.

Diakhir Talkshow beliau menyampaikan beberapa pesan. Pertama dari sisi kerohanian, berharap warga Depok menjadi manusia yang taqwa dalam arti sebenar-benarnya, yang takut kepada Allah SWT dimanapun berada. Kedua dari sisi ekonomi, mengajak agar warga Depok tidak memanjakan diri dengan konsumsi yang berlebihan di bulan puasa ini. Ketiga dari sisi keamanan, agar melapor kepada RT/RW setempat bagi yang ingin mudik untuk mengantisipasi keamanan. Keempat dari sisi politik, jelang Pemilukada 9 Desember nanti agar tetap menjaga kerukunan antar umat dan antar warga. Terakhir, beliau mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa khususnya kepada warga Kota Depok. (mira)