Nur Mahmudi : Tidak Perlu Ada Operasi Pasar, Kendalikan Nafsu Aksi Borongannya
-
Penulis:Adminstrator
Tanggal:16 Jun 2015
Waktu:16:02 WIB
Siaran Pers
Humas&Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 16 Juni 2015
Walikota Depok Nur Mahmudi Isma'il meninjau harga barang dagangan di Pasar Depok jaya, Selasa (16/6). Selain untuk memantau harga, tinjauan ke Pasar Depok Jaya ini juga untuk memantau ketersediaan stok barang dagangan terutama kebutuhan pokok jelang ramadhan.
Berdasarkan hasil pantauan ke pasar tradisional ini pasokan masih cukup tersedia dengan baik, walaupun ada beb0erapa komoditi yang turun ataupun naik. "Menjelang ramadhan jumlah pasokan kebutuhan pokok tidak mengalami permasalahan dan sebagian mengalami penurunan harga seperti bawang merah, tomat dan daging ayam", ujar Walikota.
Bawang merah turun dari Rp40.000/kg menjadi Rp38.000/kg, tomat dari Rp8.000/kg jadi Rp6.000/kg dan daging ayam dari Rp22.000/kg jadi Rp20.000/kg. Beberapa komoditi yg mengalami kenaikan yakni cabe yang sebelumnya Rp28.000/kg jadi Rp30.000/kg. Sementara harga kentang, jagung dan kelapa cukup stabil. Begitu pula dengan harga daging sapi dan ikan yang relatif stabil. Harga daging sapi berdasarkan jenis dan kualitasnya berada dikisaran Rp100.000-Rp.120.000/kg.
"Ini menunjukan pasokan stabil dan tingkat kebutuhan tidak mengalami lonjakan", tutur Walikota. Sementara itu buncis berada diharga Rp10.000/kg. "saya rekomendasikan sayuran seperti ini karena harganya relatif terjangkau dan kandungan seratnya bagus untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita", ujar penggagas odnc ini. Beliau mengatakan bahwa kita harus menjadi konsumen yang cerdas, harus pandai memilih, yakni pilih yang harganya terjangkau dan bermanfaat bagi tubuh.
Nur Mahmudi juga berharap agar para pedagang tidak memanfaatkan situasi ini untuk melakukan aksi spekulasi. Disamping itu beliau juga menambahkan bahwa yang lebih penting adalah warga tidak menaikkan jumlah belanjanya. "Saya menganjurkan kepada seluruh warga agar di bulan ramadhan tidak meningkatkan jumlah belanjanya karena hakekatnya secara teori total konsumsi kita berkurang menjadi 25%-30%", imbau Walikota. Lanjutnya, hal ini karena pola makan kita yang sebelumnya 3 kali menjadi 2 kali yakni sahur dan berbuka.
"Selama bulan ramadhan insyaallah kebutuhan bahan pokok masih tersedia dengan baik, maka kurangi total konsusinya, berbelanjalah pada kebutuhan harian, dan berbelanja secukupnya saja", ajak Nur Mahmudi. Beliau menegaskan tidak perlu ada operasi pasar, tetapi kendalikan nafsu aksi borongannya. (Mira)