Siaran Pers

Jelang Ramadhan Pemkot Depok Adakan Rakorwil Ketahanan Pangan Dan Pengendalian Inflasi Daerah

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 15 Jun 2015
  • Waktu: 06:39 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Senin, 15 Juni 2015

Bagian Ekonomi Setda Kota Depok mengadakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Se-Jabodetabek Tentang Ketahanan Pangan Dan Pengendalian Inflasi Daerah di Ruang Rapat Edelweis Lantai 5 Gedung Balaikota Depok. Walikota Depok, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Kapolres Depok, Kepala OPD, dan perwakilan dari Jabodetabek yang menangani masalah ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, turut hadir dalam acara tersebut.

Rakorwil Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Daerah ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Polres Depok dan MUI Kota Depok. Selain itu juga paparan dari OPD diantaranya laporan TPID bulan Juni dari Bagian Ekonomi, paparan dari Disperindag, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UMKM serta BPMK Kota Depok.

Perekonomian Jawa Barat tercatat melambat cukup dalam pada triwulan I 2015 dengan melambatnya berbagai komponen penunjang khususnya investasi dan ekspor. Dari sisi sektoral, perlambatan pada sektor utama Jawa Barat terjadi pada jenis usaha perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta kontruksi.

Dalam upaya pengendalian inflasi menyambut Ramadhan, Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jawa Barat mempunyai “Program Kerja 5+1” yang merupakan fokus upaya pengendalian inflasi tahun 2015 yakni peningkatan produksi komoditas penyumbang inflasi, antisipasi lonjakan permintaan menjelang peak season, revitalisasi pasar, penyusunan kajian pendukung pengendalian inflasi dan peningkatan konpetensi sumber daya pendukung, peningkatan kualitas infrasruktur pendukung (irigasi, perbaikan jalan, jembatan) serta penguatan sistem logistik bahan pangan strategis ditambah dengan peningkatan jaringan konektifitas konektivitas, koordinasi dan kerjasama.

Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il mengatakan bobot inflasi di Jabodetabek cukup besar pengaruhnya terhadap inflasi secara nasional. Beliau juga mengatakan bahwa sebesar apapun pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti jika diikuti dengan peningkatan inflasi. Orang nomor satu Depok ini menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi inflasi yaitu kebijakan pemerintah pusat yang terkait dengan harga-harga yang kita tidak bisa kendalikan seperti BBM dan TDL. Selanjutnya adalah isu pasokan yang dikaitkan dengan masalah panen.

“Kita harus mengajak komponen masyarakat agar tidak terjebak pada isu seolah-olah pada bulan ramadhan kebutuhan kita pasti naik. Padahal jika dihitung secara objektif, total makanan orang yang berpuasa berkurang antara 25 %-30 %”, ujar Nur Mahmudi. Beliau juga mengatakan kebutuhan bahan pokok dan lainnya semestinya mengalami pengurangan sebesar 30% karena frekuensi makan kita dua kali yaitu saat sahur dan berbuka.

“Jadi momentum ramadhan jangan dijadikan isu bahwa kebutuhan kita mengalami kenaikan. Bahkan sebaliknya tumbuhkan persepsi bahwa kebutuhan kita menurun antara 25%-30%”, tutur Walikota. Kita lakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berbelanja melebihi kebutuhan normal kita. (mira)