Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum’at, 5 Juni 2015
Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il menghadiri Rakor Pembentukan Smart City Center. Acara yang diadakan Diskominfo ini menghadirkan Dr. Adel Youssef, Chief Technology Officer Star Inc selaku narasumber. Acara ini juga dihadiri oleh komunitas IT.
Pemerintah Kota Depok mempunyai empat program andalan yakni Depok Kota Tertib dan Unggul, Depok Kota Bersih dan Hijau, Depok Kota Layak Anak dan Depok Cyber City. Dengan Depok Cyber City sebagai salah satu program andalan diharapkan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan public yang professional berbasis teknologi informasi. Manfaatnya antara lain masyarakat bisa memanfaatkan jaringan komunikasi untuk membangun bisnis dan saling bertukar informasi. Selain itu teknologi informasi dapat digunakan untuk pelayanan public seperti layanan kependudukan via online dan lainnya.
“Depok saat ini bukan lagi sekedar Cyber City, tapi sudah memasuki Smart City, dimana kita telah menyediakan wi-fi gratis yang tersebar di 254 titik”, ujar Kepala Diskominfo, M. Fitriawan. Berbicara mengenai Smart City, terkait tiga hal, yakni Goverment To Government, Government To Business dan Government To Public. Menurut Kadiskominfo, M. Fitriawan dalam hal Government To Government sudah ada dua hal yang kita jalankan yaitu jaringan dan aplikasi. Saat ini Depok sudah punya pusat data dan fiber optic. Dalam Government To Government kita sudah mempunyai beberapa aplikasi diantaranya aplikasi SIPKD, Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah, Sistem Kependudukan yang menghubungkan 11 kecamatan dan 63 kelurahan untuk mempermudah e-ktp dan aplikasi lainnya yang ada di dinas-dinas.
Dalam Government To Business di Depok, kita memfokuskan pelayanan perijinan seperti BPMP2T dimana untuk mengurus perijinan dapat melalui sms atau website BPMP2T. Berbicara Government To Public, Depok telah memfasilitasi penyediaan wi-fi gratis di 254 titik yang tersebar di pelayanan pemerintahan dan beberapa ruang publik seperti taman. Kedepannya juga akan disediakan wi-fi gratis di ruang public lainnya seperti stasiun.
Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il mengatakan bahwa Depok telah menunjukkan progress atau perkembangan yang positif. Sebelumnya program unggulan Depok Cyber City saat ini telah mengarah ke Smart City. Dimana pelayanannnya berbasis IT. “Teknologi harus kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk pelayanan pemerintahan. Kita harus bisa mengakomodir kemajuan teknologi yang ada saat ini untuk meningkatkan pelayanan pemerintahan di Kota Depok”, ujar penggagas ODNR ini. Beliau juga menyampaikan saat ini ada kurang lebih 20 jenis aplikasi yang telah kita kembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan. Seperti Disnakersos yang mempunyai aplikasi bursa kerja online.
Berbicara mengenai definisi Smart City, Nur Mahmudi membagi menjadi dua yakni definisi sebagai kotanya dan definisi sebagai manusianya. “Berbicara Smart City sebagi kotanya yakni manajemen pemerintahannya atau pemerintahannya memiliki data yang akurat dan diintegrasikan secara komprehensif”, ujar Walikota Depok. Beliau melanjutkan, definisi Smart City sebagai manusianya, dimaknai harapan manusia yang tinggal didaerah tersebut adalah orang-orang yang cerdas atau pintar, dimana menurut pakar pendidikan ada 8 indikator orang cerdas atau pintar. “Mudah-mudahan acara hari ini dapat menginspirasi kita dan menyempurnakan langkah-langkah yang sedang kita kita jalankan”, tutur Nur Mahmudi sebelum menutup acara. (mira)