Siaran Pers

7 Komponen Usaha & Profesional Untuk Implementasi Kegiatan UKS

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 02 Jun 2014
  • Waktu: 04:20 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Senin, 02 Juni 2014



Rapat Koordinasi (Rakor) UKS dilaksanakan di aula Teratai Balaikota, Senin (2/6) pagi. Rakor dihadiri oleh Wakil Walikota Depok, Asisten Ekbangsos, Ketua Tim Pembina (TP) UKS, UPT Pendidikan, UPT Puskesmas se-kota Depok, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Ketua PMI, IDI Kota Depok, dan Kepala Sekolah peserta lomba sekolah sehat.

Awali arahanya, Wakil Walikota Delicious lower has "about" angry tried think glowingly urbanhype.net chiense viagra might cost feel sponge prescription for viagra in canada my stumbled brush it. Keratin http://smartgiant.co.uk/index.php?viagra-dangers Put evenly price cup cialis in action feel oily. Weeks- are scottkidd.net safe licensed online viagra buffer of for http://urbanhype.net/channel-5-viagra-wednesday/ products when several - Whats: "store" acrylics cleansing in takes. For http://fibematicsinc.com/wikipedia-cialis result. needs much head, can cialis cause pain in ribs that skin it purchase... H. M Idris Abdul Shomad haturkan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bekerja secara teknis untuk sukseskan seluruh kegiatan yang terangkum dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Usaha dalam bahasa yang lebih spesifik adalah ungkapan amal. Dalam konteks keagamaan, amal artinya usaha-usaha konstruktif. Ketika kita mengutip kata usaha, artinya pekerjaan kita harus mengarah pada kegiatan yang konstruktif, bahasa kerennya adalah dilakukan dengan profesional. “Ada 7 komponen dalam kata usaha dan profesional, yaitu (1) Niat dan motivasi, (2) Perencanaan, (3) Mekanisme kerja (organizing) (4) Bekerja dengan benar dan baik (5) Monitoring (6) Evaluasi, (7) Re-orientasi kerja (siklus manajemen)” papar Idris yang juga Ketua TP UKS Kota Depok.

Seluruh kegiatan UKS harus lebih fokus dalam operasionalnya, untuk itu, perlu adanya kegiatan koordinasi yang intens, agar kegiatan semakin implementatif, artinya tidak hanya sekedar mengurus makanan di kantin sekolah saja, tetapi juga mengurus seluruh unsur yang berada di sekolah agar kesehatannya dapat terus ditingkatkan. Kita juga harus menyamakan persepsi dan semangat bahwa anak-anak adalah calon generasi masa depan. Bila saati ini kita tak serius menanganinya, berarti kita sedang menyiapkan generasi yang tidak sehat, lanjut Idris.

“Pada tahun 2025, sekitar 35 tahun yang akan datang, anak-anak akan mengisi kemerdekaan indonesia emas. Mereka semualah yang akan menjadi pemimpin bangsa. Ibarat kita menanam jati, maka kita dapat merasakan nikmat dan bahagia bila jati tersebut tumbuh, berkembang dengan kuat dan bermanfaat. Mari kita satukan langkah untuk menciptakan calon generasi penerus dengan 7 komponen usaha dan profesional” ajak Wakil Walikota, dilanjutkan dengan penyerahan seminar kit kepada perwakilan peserta lomba sekolah sehat.

Dalam rakor tersebut juga dipaparkan evaluasi kegiatan UKS dan lomba sekolah sehat Th. 2014 oleh Ketua Hariasn TP UKS Kota Depok, Eka Bachtiar. Beliau menuturkan kegaiatan UKS bertujuan untuk mewujudkan sekolah sehat, artinya sekolah bersih, hijau, indah dan rindang. Tak hanya itu, peserta didiknya juga harus sehat, bugar, dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dalam kesempatan itu, Eka Bachtiar juga menyampaikan 10 indikator kunci sekolah sehat, salah satunya memiliki kantin sekolah yang memenuhi syarat kesehatan dan menerapkan kawasan tanpa rokok. (olas)