Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 27 April 2015
Dihari jadi ke-16 Kota Depok, Walikota Depok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersyukur atas berbagai inovasi dan prestasi yang diraih. Alhamdulillah, Pemerintah Kota Depok kembali mendapatkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI sebagai salah satu Pemerintah Daerah dengan Kinerja Terbaik secara Nasional berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan yang keempat kalinya diperoleh secara berturut-turut oleh Pemerintah Kota Depok
.
Tak hanya itu, kita juga bersyukur atas penyerahan aset dan pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang berada di wilayah Kota Depok. Hari ini, kita juga me-launching Perpustakaan Umum Kota Depok, memasang 10 unit Konverter Kit Vi-Gas, launching pelayanan perekaman dan pencetakan KTP elektronik di 63 Kelurahan se- Kota Depok. ”Pemkot Depok juga berupaya dalam penguatan pengembangan Kota Ramah Lansia,” tutur Nur Mahmudi pada Upacara Peringatan HUT ke-16 Kota Depok di lapangan Balaikota, Senin (27/04/15) pagi.
Dalam kesempatan itu, Nur Mahmudi mengapresiasi kepada salah satu warga Depok, Dr. Eko Fajar Nurprasetyo atas penemuan alat inovasi bernama PSS (Protector Scoring System) yang digunakan dalam olahraga Taekwondo. PSS ini merupakan body protecto
r yang sekaligus menjadi alat scoring. Alat ini menjadi alternatif untuk penilaian dan pemacu bahwa
olahraga tidak bisa berdiri sendiri dan perlu didukung teknologi. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi warga Depok lainnya untuk mengukir prestasi di bidangnya masing-masing,” tutur pemimpin Depok.
Dr. Eko Fajar Nurprasetyo, menjelaskan bahwa body protector dilengkapi dengan chip sensor yang dapat mendeteksi setiap pukulan atau tendangan, sehingga skor dapat langsung tampil di layar skor. Selain skor mutlak dalam menghitung tendangan atau pukulan tersebut masuk, alat ini dapat menghitung skor teknik, yaitu dapat menghitung nilai tendangan memutar yang dilakukan oleh peserta kejuaraan. Dapat menghitung teknik ini merupakan keunggulan PSS asal Depok dibandingkan PSS buatan negara lain.
Eko menceritakan, pembuatan alat in
i didasri karena setiap kejuaraan Taekwondo menggunakan PSS dari negara lain, seperti Korea dan Amerika. Dari situ, kami mempelajari sistem kerja alat tersebut dan menemukan kekurangannya, diantaranya terkadang masih ada nilai yang masuk walaupun tendangan atau pukulan tidak mengenai sasaran. “Kami berhasil menyempurnakan beberapa perbaikan dari kelemahan yang ada pada PSS impor. Alhamdulillah kami berhasil membuktikan bahwa Indonesia, khususnya Depok, bisa menyempurnakan PSS yang telah ada sebelumnya dan tidak perlu lagi impor dari luar negeri,” ujar pria lulusan Kyushu University Jepang.
PSS ini kami persembahkan untuk kota Depok dihari jadinya yang ke-16. PSS ini membuat penilaian skor dalam suatu pertandingan lebih akurat dan objektif, karena alat ini mampu mendeteksi secara akurat sebuah tendangan atau pukulan yang valid atau tidak valid. “Semoga dengan alat ini kita bisa lebih mencintai produk lokal dan lebih menggerakan UMKM. Semoga alat ini bisa menjadi kebanggaan warga Depok dan bisa mendunia,” ujar Eko menginformasikan, empat UMKM di Depok menjadi mitra dalam pembuatan alat ini. (olas)