Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 16 April 2015
Wakil Walikota Depok M Idris Abdul Shomad menghadiri acara Seminar Pra Nikah yang dimotori oleh Forum Keluarga Harmonis (FKH) Kota Depok, Kamis (16/04/15). Seminar yang diselenggarakan di aula Kecamatan Cilodong mengusung tema “Sucikan Cinta, Bahagia Bersamanya”. Seminar tersebut diikuti oleh perwakilan siswa SMA/SMK se-Kecamatan Cilodong. Hadir dalam seminar Camat Cilodong, Lurah se-Kecamatan Cilodong, dan perwakilan guru.
Ketua FKH Depok Elly Farida menjadi narasumber bersama dengan Kepala KUA Cilodong H. Habibi SE, S.HI dan Kanit Bintibmas Polresta Depok Kapt. Mugito SH. Dalam kesempatan itu, Elly menuturkan seminar ini digagas karena banyaknya berbagai kasus terjadi di kota Depok, seperti kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, dan pernikahan dini. “FKH mengundang sekolah-sekolah se-Kecamatan Cilodong untuk mengikuti seminar ini, karena seminar ini akan dibutuhkan anak-anak cepat atau lambat. Semoga seminar ini bisa menambah wawasan bagi anak-anak, dan meminimalisir kasus-kasus terkait pernikahan dan rumah tangga,” tutur Ketua FKH yang akrab disapa Bunda Elly. Tak lupa, Bunda elly menghaturkan terima kasih kepada Camat Cilodong dan KUA CIlodong yang bersedia bersinergi mensukseskan acara ini. Beliau menginformasikan, bahwa kedepannya akan ada siswa yang menjadi duta FKH.
Wakil Walikota Depok mengatakan acara ini memiliki nilai yang strategis. Karena ketika remaja menjadi dewasa, mereka akan melampaui usia emas dan memasuki usia yang sangat matang. Untuk mematangkan kematangan usia dewasa nanti, perlu ada acara semacam ini. “Ini merupakan bagian dari program pemberdayaan anak. Karena bertujuan memberikan wawasan yang lebih luas tentang masalah ketahanan keluarga. Mereka akan memasuki usia atau masa harus berkeluarga. Dalam keluarga, kesejahteraan dan ketahanan keluarga menjadi kunci terwujudnya ketahanan dan kesejahteraan bangsa dan Negara. Mereka harus mengetahui agar mereka bisa menciptakan ketahanan keluarga yang tangguh,” papar Idris Abdul Shomad.
Pria kelahiran Jakarta melanjutkan, nilai strategis selanjutnya adalah para siswa ini akan menjadi pemimpin bangsa pada saat usia emas di tahun 2045. Kita harus mempersiapkan calon pemimpin dari sekarang. Jangan loyo dan memble, agar adik-adik bisa menjadi pemimpin terbaik. “Terima kasih kepada penyelenggara karena mempunyai kepedulian untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin pada waktu Indonesia emas. Mudah-mudahan, ditahun 2045, kita tidak mendengar lagi pemimpin yang korupsi dan yang berperilaku buruk. Nantinya, kita akan mendengar pemimpin pada masa adik-adik dewasa adalah pemimpin yang luar biasa,” harap Wakil kota Depok.
Alumni Gontor ini menghimbau siswa untuk mencari kegiatan yang positif dan baik untuk meningkatkan prestasi, tak hanya prestasi dari sisi kemampuan intelektual, tetapi kecerdasan emosionan dan spiritual. Diakhir seminar, Wakil Walikota menginformasikan bahwa saat ini Depok sudah memiliki sekolah yang berbasis peminatan, yaitu di SMP 19. Disana ada sekolah berbasis peminatan seperti matematika, computer, seni, dan lain sebagainya. Sekolah berbasis peminatan untuk mengukur prestasi anak-anak, karena tidak hanya dari UN saja. Jangan melihat hanya dari UN saja, karena setiap anak memilki bakat, minat, dan potensi yang berbeda. Karena itulah pentingnya sekolah berbasis peminatan. Nantinya, juga aka nada sekolah berbasis rumah (Homeschooling) negeri. Hal itu karena ada warga/sdm Depok yang potensial dan cerdas, tetapi tidak bisa belajar disekolah.
Arief, salah satu peserta seminar menyatakan sangat senang mengikuti seminar ini. “Seminar yang bagus, karena diselipkan games yang menarik, sehingga kita tidak bosan. Seminar ini sangat bermanfaat untuk remaja seperti kita. Karena kita jadi mengetahui apa-apa yang harus dilakukan bila kita ingin menikah,” ujar siswa yang duduk di kelas XII. (olas)