Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 16 April 2015
Dengan mengucap basmallah, Walikota Depok membuka Seminar Komda Lansia Dan Dialog Interaktif Antar Generasi di Aula Lt. 10 Gd. Dibaleka II, Kamis (16/04/15) pagi. Seminar dalam rangka Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2015, mengusung tema “Hormat kepada Orang Tua dan Cinta Lingkungan Sebagai Ibadah”. Ketua Panitia Seminarm Syahrizal mengatakan bahwa HUT HLUN jatuh pada 29 Mei mendatang. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada lansia. “Ini bukti konkrit dan implementasi untuk mewujudkan Depok menjadi kota ramah lansia,” ujarnya.
Syafrizal menginformasikan tujuan seminar ini untuk meberikan wawasan kepada siswa sehingga mereka memiliki ahlak yang bagus pada orang tua dan cinta terhadap lingkungan. Tujuan lain untuk menumbuhkan hubungan baik antar generasi sehingga terjadi harmonisasi lingkungan, serta terwujudnya kota ramah lansia di kota Depok. Seminar yang diikuti oleh sekitar 340 peserta ini menghadirkan Chairuddin Hasyim dan KH. Qosim Saleh sebagai narasumber.
Wakil Walikota yang juga Ketua Komda Lansia Kota Depok, menghimbau siswa yang hadir dalam seminar untuk aktif secara dinamis dalam dialog. “Jangan bersifat monoton dan hanya menjadi pendengar saja. Utarakan isi hati, baik keluhan ataupun saran agar para orang tua mengetahui pemahaman siswa tentang cinta terhadap orang tua dan lingkungan. Dengan menyuarakan isi hati, kami juga bisa mengetahui apa yang menjadi harapan anak terhadap orang tua. Ayo tuangkan aspirasi dalam seminar dan dialog ini,” ajak Idris Abdul Shomad seraya berharap, seminar ini bisa menambah wawasan siswa sebagai generasi penerus, sehingga menjadi generasi yang berahlak dan cinta lingkungan.
Alumni Gontor ini berharap Komda Lansia bisa berperan dalam pembangunan di kota Depok, terutama dalam mewujudkan kota Depok yang ramah lansia. Kami memiliki berbagai program, diantaranya lansia duta lingkungan yang akan diutus ke sekolah-sekolah di kota Depok untuk berdongeng/berkisah tentang pengalaman mereka terkait lingkungan. Idris menginformasikan bahwa Pemkot Depok berkoordinasi dengan Universitas Indonesia untuk melakukan sebuah studi. Hasil studi yang dilakukan oleh tim CAS-UI merekomendasikan Depok berpotensi menjadi Kota Ramah Lansia.
Untuk itu, ayo kita berusaha meningkatkan kepedulian terhadap lansia dan mewujudkan kesejahteraan lansia sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998. Dimana terdapat delapan hak lansia sebagai jembatan mewujudkan kesejahteraan sosial lansia, yang diarahkan untuk pemberdayaan lansia agar berperan dalam kegiatan. “Semoga kota Depok bisa menjadi percontohan kota ramah lansia di Indonesia, karena belum ada satu kota pun yang ditetapkan sebagai kota ramah lansia,” harap Idris Abdul Shomad.
Beliau juga menginformasikan bahwa angka harapan hidup mdi Depok masih tinggi, yaitu 73 tahun. Seiring dengan keberhasilan pelaksanaan pembangunan dari tahun ke tahun, dimana salah satu indikatornya adalah angka harapan hidup yang makin meningkat, maka kecenderungan jumlah penduduk lanjut usia juga makin bertambah. Kota Depok yang pada tahun 2014, memiliki jumlah penduduk lansia (usia > 60 tahun) ada 105.933 jiwa (5.2% dari jumlah penduduk), naik dari tahun sebelumnya 93.524 jiwa atau 4,7% dari penduduk Kota Depok), sedangkan jumlah pra lansia (45-59 tahun) tahun 2013 ada 260.511 orang atau 13,28% meningkat pada tahun 2014 ada 293.862 (14,45%). Jadikan pertambahan jumlah lansia sebagai tantangan untuk mengoptimalkan lansia dalam pembangunan.
Walikota Depok menyatakan secara makro diperlukan keseimbangan dan perlunya harmonisasi antar generasi agar kota ramah lansia bisa terwujud. “Mari kita coba bersama-sama sebagai komunitas untuk memenuhi segala syarat untuk menjadikan Depok kota ramah lansia. Tumbuhkan sinergitas yang baik dan bangun harmonisasi antar generasi, mulai dari balita, remaja, usia prodiktif, hingga lansia,” ajak Nur Mahmudi.
“Senyum orang sepuh selalu ditunggu, karena senyum itu berbalut inovatif, inspiratif, hikmah, dan bijak. Semoga kita selalu dihujani dengan senyuman lansia agar bisa mengukir semua unsur, agar Depok menjadi kota ramah lansia. Jadikan momen ini untuk melahirkan komitmen untuk memperkokoh kota Depok. Semoga kegiatan ini, akan lebih memantapkan lansia Kota Depok menjadi lansia tangguh,” harap pria kelahiran Kediri
Pemimpin Depok menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada lansia dan penciptaan generasi penerus yang berakhlak mulia untuk bersikap baik kepada orang tua, serta terciptanya generasi lansia yang berkualitas. “Kami akan berupaya optimal dalam pemenuhan penyediaan sarana, prasarana umum dan fasilitas yang ramah lansia,” tutur Nur Mahmudi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Depok bersama Ketua Forum Keluarga Harmonis membawakan sebuah puisi yang berjudul “Kamu dan Aku”. Dalam puisi tersebut, tersirat pesan bahwa kita tidak hidup sendiri, ada yang lain seperti suami/istri, anak, saudara, serta mahluk hidup lain, seperti tanaman dan hewan. Dan kita semua sebagai mahluk hidup harus saling menghargai. (olas)