Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 26 Maret 2015
Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il menjadi keynote speaker dalam kegiatan E-Time (Elektro Activities Programme) 2015 di Gymnasium Universitas Indonesia, Kamis (26/03/15) pagi. Kegiatan yang digagas oleh Jurasan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengusung tema “Infinite Technology”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, dihadiri oleh Perwakilan Direktur PNJ, Yogi Widiawati, dan Muhammad Thamrin, Ketua Jurusan Elektro PNJ, Sudrajat, Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) PNJ, serta mahasiswa elektro dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Ketua Panitia E-Time, Yusufal Hamdhani menginformasikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu 26-28 Maret 2015. E-Time akan diisi dengan lomba lomba dan seminar. “Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas dan karakter mahasiswa se-Indonesia sehingga dapat berperan dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia dalam bidang teknologi,” ujar Yusufal. Senada, Ketua HME PNJ, Auliya Hanif, mengatakan E-Time sebagai wadah kreativitas mahasiswa dalam bidang teknologi, sehingga mahasiswa bisa berinovasi, dan meningkatkan kualitas dan karakteristik mahasiswa dalam berkreasi.
Perwakilan PNJ, Muhammad Thamrin menginformasikan bahwa E-Time tahun ini merupakan keenam kalinya dilaksanakan. Dimana tahun ini digelar lomba Programmable Logic Controller (PLC) dan Line Follower Robot (LFR) yang diikuti oleh 28 Perguruan tinggi untuk LFR, dan 60 tim untuk PLC. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi menambah modal dan semangat mahasiswa elektro untuk memaknai teknologi secara positif. Semoga PNJ bisa terus menciptakan suasana akademik yang mengedepankan keilmuan,” harap Thamrin.
Pemimpin Depok memberikan apresiasi kepada HME PNJ yang menggelar acara ini. Kegiatan ini bisa menarik minat dan perhatian serta bakat-bakat dari para PLC dan LFR. Semoga dengan kegiatan ini, para mahasiswa mampu menjawab tantangan perkembangan IPTEK. “Jangan menjadi propagandis pengguna produk dari Negara lain. Kejarlah ketinggalan teknologi, dengan menciptakan sebuah produk yang unik, yang didasarkan pada aneka kebudayaan dan sumber daya Indonesia,” tutur Nur Mahmudi.
Nur Mahmudi menyatakan, program ini mendukung kemajuan penggunaan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya memudahkan program-program pelayan public. “Semoga para mahasiswa bisa mengevaluasi apa yang menjadi garis beras dari topik-topik yang saat ini dimunculkan oleh pelaku-pelaku, sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih terarah dan menjawab kebutuhan masyarakat,” harap pria kelahiran Kediri.
Dalam kesempatan itu, Walikota Depok menginformasikan bahwa Pemkot Depok memilki program cyber city dan mengarah kepada smart city. Kami memfasilitasi mereka-mereka yang berbasis pada komunitas, bagaimana mereka memanfaatkan perkembangan yang ada, baik untuk pelayanan publik di pemerintahan, social kemasyarakatan atau pengembangan pendidikan. “Para mahasiswa bisa turut bergabung dan mensukseskan progam Cyber city di Kota Depok. “Selamat berlomba, ciptakanlah produk yang unik sesuai kebutuhan masyarakat, dan jangan menjadi obyek perkembangan IPTEK dunia,” tegas Nur Mahmudi. (olas)