Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum’at, 20 Maret 2015
Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Rangkapan Jaya, Jum’at (20/03/15). Turut hadir Asisten Ekbansos Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Depok. Perwakilan Pengurus Besar PDGI, Fredi Ferdiansyah Wahyudiono mengatakan bahwa acara ini untuk memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut, yang dilaksanakan secara serentak di 220 sekolah SD di 110 cabang kota/kabupaten di Indonesia, dengan melibatkan 120 ribu siswa SD.
Di Kota Depok, ada 2 SD, yaitu SD Rangkapan Jaya dan SD Sukatani dengan melibatkan 550 siswa. Peringatan ini untuk menularkan kepada semua orang, terutama siswa untuk menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur. Kami mengingatkan kepada setiap orang untuk menyikat gigi yang baik dan benar, baik secara frekuensi maupun waktunya. “Prilaku saat ini, menyikat gigi sehabis mandi lalu sarapan dan pergi beraktivitas. Padahal, kita seharusnya menyikat gigi saat gigi kita kotor (habis makan). Untuk itu, kita akan mengubah prilaku atau kebiasaan menyikat gigi sehabis mandi menjadi menyikat gigi setelah makan,” ujar Fredi.
Fredi menerangkan, setelah makan juga jangan langsung menggosok gigi, ada jeda sekitar 20-30 menit. “Karena setalah makan, mulut terasa asam dan bila langsung disikat akan mengikis gigi. Agak sulit merubah prilaku, kaena itu, kami menanamkan kebiasaan menggosok gigi setelah makan kepada siswa SD. Semoga para siswa bisa merubah kebiasaannya dan menularkan kepada semua orang (termasuk orang tua) untuk gosok gigi setelah makan,” harap Fredi.
Senada, Walikota Depok, Nur Mahmudi mengatakan, gosok gigi dua kali sehari, yang diutamakan paling penting sebelum tidur. Kalau di pagi hari, perlu diadakan perubahan. Jangan habis mandi langsung sikat gigi, cukup kumur-kumur saja. “Yang pentik adalah sehabis sarapan baru menggosok gigi. Ayo ubah kebiasaan kita, agar gigi dan mulut kita tetap sehat,” ajak pria kelahiran Kediri yang mengajarkan siswa cara menyikat gigi yang benar dilapangan SD Rangkapan Jaya.
Tak lupa, Nur Mahmudi mengingatkan tentang pentingnya sarapan pagi, karena banyak siswa yang tidak sarapan. “Biasakan sarapan pagi dan, kurangi jajan di sekolah,” himbau Nur Mahmudi memaparkan, dampak tidak sarapan pagi, konsentrasi berkurang, daya pikir berkurang, dan daya tangkap terhadap pelajaran berkurang. Data penelitian menunjukan bahwa prestasi anak itu berubah cukup signifikan, antara mereka yang biasa makan pagi dengan yang tak biasa. Diakhir acara, Pemimpin Depok menghimabu kepada orang tua siswa yang hadir untuk memperhatikan dan mengimplementasikan kebiasaan sarapan pagi. (olas)