Siaran Pers Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum'at, 20 Maret 2015
Menjelang Adipura, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma'il, meninjau titik pantau Adipura di TPA Cipayung, jalan Bulak Barat Nomor 69, Jum'at (20/3/2015). Turut hadir Asisten Ekbangsos, Kepala DKP, Kepala BLH, Camat Cipayung, Lurah Cipayung dan Sekcam Pancoran Mas.
Dalam penilaian Adipura, pengelolaan sampah merupakan bobot penilaian paling besar yaitu 85%. Setelah meninjau TPA Cipayung, Walikota mengatakan perlu beberapa perbaikan disamping ikhtiar kita untuk melakukan persiapan teknologi agar bisa mengolah sampah menjadi energi dan produk. Tetapi kita memang harus menerima sebagian residu dari upaya pemilahan dan pembentukan bank sampah. "Jadi pemilahan dan pengolahan kompos masih menyisakan produk yg disebut residu sampah yang bisa berwujud organik dan non organik. Inilah yang saat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan sedang berjuang keras untuk melakukan penerapan teknologi baru dalam pemanfaatan sampah",tutur Nur. Beliau juga menambahkan, sambil berjalan dalam penerapan teknologi ini, kita tidak boleh berhenti, karena volume sampah yang diantar ke TPA Cipayung harus ditangani.
Saat ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan sedang berjibaku untuk menangani masalah tersebut. Nur Mahmudi mengatakan, kita akan melakukan tiga hal sekaligus. Pertama proses pengolahan sampah organik menjadi kompos, baik itu tingkat UPS atau mandiri. Kedua, proses mengintensifkan bank-bank sampah. Ketiga, proses untuk menangani sementara sampah yang mencapai 520 ton/hari, yang terangkut ke TPA Cipayung. "Kita kejar-kejaran sambil menunggu proses pembangunan teknologi baru",ujarnya. Kepala UPT TPA Cipayung, Iyay Gumilar menuturkan bahwa ada beberapa teknologi untuk sampah, diantaranya WTE atau Waste To Energy dimana sampah diolah menjadi energi atau RDF dimana sampah jadi bahan bakar.
Terkait dengan pembangunan TPA di Nambo, orang nomor satu di Depok menjelaskan, Nambo saat ini way out kolaborasi kita dengan pemerintah provinsi, tiga kawasan yaitu Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Depok, bersepakat untuk mendorong agar proses pembangunan unit pengolahan sampah terpadu di Nambo ini bisa segera dioperasikan."kita berharap Tahun 2016 mereka menyelesaikan",ujar Nur. Beliau juga menambahkan, efektifitas bank sampah terhadap penyusutan sampah minimal sebesar 10% dari total sampah yang dihasilkan Kota Depok yaitu 1200-an ton/hari. Sedangkan yang terangkut ke TPA Cipayung sendiri sebanyak 520 ton/hari plus yang tertangani di unit bank sampah dan UPS. (Mira)