Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 18 Maret 2015
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok secara resmi dibuka oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, Rabu (18/03/15) pagi. Musrenbang yang dimotori oleh Bappeda Kota Depok mengusung tema “Pembangunan Berkelanjutan, Berkualitas, serta Memperhatikan Kearifan Lokal Menuju Depok Kota Niaga dan Jasa”. Hadir dalam Musrenbang Bappeda Prov Jabar, DPRD Kota Depok, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Instansi Vertikal, Camat, Lurah, dan KPU serta Mitra Pemerintah Kota Depok. Kepala Bappeda Kota Depok Hardiono, menginformasikan bahwa Musrenbang yang terselenggara di Graha Insan Cita akan digelar selama dua hari, 18 – 19 Maret 2015.
Hardiono melanjutkan, Musrenbang RKPD tingkat kota merupakan forum antar pemangku kepentingan untuk menyelaraskan, mengklarifikasi, mempertajam, dan menyepakati prioritas pembangunan dan program/kegiatan daerah, yang diusulkan melalui Musrenbang RKPD di Keluruhan, Kecamatan, dan forum organisasi perangkat daerah. Hasil kesepakatan Musrenbang ini menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2016. “Semoga terjadi proses diskusi dan tukar pikiran sehingga terjadi penyelarasan dalam RKPD,” harap mantan Kepala Dinas Kesehatan.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok mengatakan Musrenbang ini merupakan rangkaian proses perencanaan yang diawali dari tingkat Kelurahan. Semoga rumusan hasil Musrenbang ini dapat diformulasikan dan diimplementasikan kedalam pembangunan yang responsive, responsibilitas, dan akuntabilitas. Dalam dimensi pembangunan, tentunya DPRD melalui fungsi-fungsi kelembagaan yang melekat akan selalu mengawal proses pembangunan dengan semangat memasukan konsep good governance.
Kita harus menyadari, jumlah penduduk kota Depok saat ini diatas 2 juta. Untuk itu, optimalkan SDM dalam pembangunan, sehingga SDM bisa menjadi potensi pembangunan di Kota Depok. “Mari sambut bonus demografi sebagai potensi. Selamat Musrenbang, semoga proses dalam forum ini benar-benar kaya akan dialektik yang konstruktif dan tidak hanya bermuara pada catatan dan angka diatas kertas,” tutur Yeti Wulandari seraya menghimbau, jangan jadikan musrenbang sebagai catatan saja, tetapi dipertanggungjawabkan bersama dalam implementasi pembangunan.
Pemimpin Kota Depok mengatakan, arahan dan masukan yang telah disampaikan sebagai pelengkap isi dan point sehingga dapat melahirkan RKPD yang representative. “Jangan jadikan musrenbang sekedar studi teknokratis dan analitis sebagai ritual tahunan. Komitmen dan kenali tujuan Musrenbang sehingga benar-benar bisa mewakili dan menyerap suara masyarakat dari tingkat kelurahan, dan melahirkan RKPD yang lebih aspiratif, partisipatif, serta berpegang teguh pada koridor paying hukum,” tegas Nur Mahmudi.
Tak lupa, Walikota Depok menghaturkan terima kasih kepada seluruh eleman masyrakat. Bonus demografi yang terjadi di Depok tidak hanya karena kelahiran tetapi juga migrasi. Alhamdulillah karena karena kekompakan, kesungguhan, swadaya, serta koordinasi, Kota Depok berhasil menyelesaikan problema yang ada dan meraih berbagai prestasi. Atas kerjasama, pertumbuhan ekonomi kota Depok terbesar di Jawa Barat, tingkat kemiskinan, angka kemiskinan, tingkat kematian bayi, dan tingkat kerawanan pangan nasional kota Depok jauh lebih rendah dari target nasional. Beberapa waktu lalu, Kota Depok juga menjadi kota terbaik pencegahan penanggulangan kebakaran. Hal itu bukan karena kecanggihan alat, tetapi karena optimalisasi SDM yang kurang,” papar Nur Mahmudi seraya menambahkan, pertambahan penduduk di Depok sekitar 3,5-4% setiap tahun.
Pria kelahiran Kediri berharap Musrenbang ini menjadi sarana evaluasi aneka kekurangan sehingga bisa menyempurnakan segera apa yang belum terselesaikan. “Semoga RKPD 2016 bisa menyelesaikan apa saja yang tertera dalam RPJMD 2011-2016, dan menyempurnakan problema tahun 2014. Selamat Musrenbang, semoga menghasilkan sesuatu yang positif dan sesuai dengan tema yang diusung,” harap Nur Mahmudi. (olas)