Siaran Pers

Walikota Tinjau Terminal Jatijajar

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 13 Mar 2015
  • Waktu: 05:51 WIB
Siaran Pers

Humas & Protokol Setda Kota Depok

Jum’at, 13 Maret 2015


Walikota Depok, Nur Mahmudi Is’mail, didampingi para Asisten, Staf Ahli, dan OPD se-Kota Depok meninjau Terminal Jatijajar, Jum’at (13/3/2015). Saat ini Pemerintah Depok tengah menyelesaikan pembangunan Terminal Jatijajar, yang merupakan Terminal Tipe A, di Kecamatan Tapos. Terminal ini dibangun karena Terminal Margonda tak mampu lagi menampung bus AKAP dan AKDP. Nantinya diharapkan tidak ada lagi Perusahaan Otobus (PO) AKAP dan AKDP diluar terminal seperti yang saat ini terjadi di Jalan Raya Bogor, sehingga seluruh bus akan tertib masuk ke dalam terminal.

Terminal seluas 10,2 hektare ini dapat menampung ribuan angkutan, baik angkutan umum, antar provinsi, antar kota dan dalam kota, karena ini merupakan Terminal Tipe A yang cukup besar . Pembangunan Terminal Jatijajar ini merupakan pekerjaan lintas sektor. Untuk pembangunan jalan dan jembatan masih dibawah koordinasi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DIBIMASDA) sedangkan pembebasan lahan berada dibawah koordinasi Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (DISTARKIM). Sedangkan Dinas Perhubungan (DISHUB) selaku pengguna Terminal.

Dalam kesempatan ini, Nur Mahmudi menyampaikan bahwa fasilitas-fasilitas pendukung di Terminal Jatijajar akan disempurnakan.” Kita harapkan prinsip didalam pembangunan ini ialah meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengguna sarana jasa transportasi dari sisi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan”, ujar orang nomor satu di Depok. Dengan pembangunan Terminal Jatijajar tidak serta merta menutup Terminal Margonda. Terminal Margonda akan tetap beroperasi khususnya untuk angkutan kota dan dengan adanya Terminal Jatijajar akan mengurangi beban Terminal Margonda. “Terminal Margonda untuk angkutan dalam kota, akan diminimalisir atau dikurangi bis antar propinsi dan dalam propinsi, untuk dialihkan ke Terminal Jatijajar” tutur Walikota Depok.

Terminal Jatijajar diharapkan akan menjadi terminal yang ramah lingkungan, yang tidak mengakibatkan limbah yang mengotori karena lokasinya dekat dengan situ jatijajar. “kita tunjukkan bahwa aktifitas terminal tidak akan mengotori setu yang ada dan kita telah meminta konstruksi tutupan bangunan ini, agar air hujannya masuk ke sumur imbuhan”, tutur Nur Mahmudi. Nantinya akan dibangun sumur imbuhan untuk menampung air hujan. Nur Mahmudi juga menyampaikan bahwa terminal ini pada prinsipnya bukan sarana untuk perekonomian, tapi untuk pelayanan. Menurutnya, jika ini kawasan bisnis maka akan berbeda lagi, jadi ini adalah sarana pelayanan, bukan untuk membangun bisnis disini. Dan ini merupakan fasilitas untuk memperlancar prekonomian bukan untuk menciptakan perekonomian. Jadi perlu diketahui oleh masyarakat bahwa disini harus aman serta mengedepankan aktifitas pelayanan. Nantinya toilet umum yang ada di terminal, gratis atau tidak dipungut biaya. Selain itu, parkir akan dibuat satu pintu.” Tidak boleh ada unit unit jasa parkir yang lain, semua dikelola dalam satu manajemen”, ujar penggagas Program ODNR.

Kepala Dinas Perhubungan, Gandara Budiana, mengatakan bahwa secara prosentase, pembangunan terminal sudah 70 persen dan ditargetkan pembangunan akan selesai akhir tahun ini. Pembangunan Terminal Jatijajar ini, secara fisik sudah dimulai sejak tahun 2010 akhir. Dana untuk pembangunan berasal dari APBD 70 persen dan 30 peren dari APBN. “Secara bertahap kita memindahkan angkutan yang ada, dari Terminal Margonda ke Terminal Jatijajar, agar masyarakat tidak kaget”, ujar pria berbadan tegap ini. Nantinya juga akan disosialisasikan ke masyarakat melalui berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, seperti dengan pemasangan spanduk dan lain sebagainya. (mira)