Siaran Pers

Panen Belimbing di Kali Licin

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 02 Mar 2015
  • Waktu: 16:15 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Selasa, 2 Maret 2015

Pancoran Mas – Wakil Walikota Depok, M Idris Abdul Shomad panen belimbing dewa bersama Kelompok Tani di Kebun Pak Nanang Yusuf, Kali Licin, Rt. 08/13 No. 28, Pancoran Mas. Terlihat dalam panen, Camat Pancoran Mas, Plt. Sekdis Distankan Muksit Hakim, Camat Pancoran Mas (Panmas), N. Lienda Ratna Nurdianny, Lurah Pancoran Mas Yuli, dan Kelompok Tani Pancoran Mas, Senin (02/03/15).

Wakil Kota Depok mengucap syukur karena bisa terlibat langsung dalam panen belimbing yang menjadi ikon Kota Depok. “Pemkot Depok terus berupaya melestarikan lahan yang ada untuk membudidayakan belimbing. Kami akan membebaskan biaya pajak untuk mengembangkan pekarangan, sehingga para petani termotivasi memproduksi tanaman yang dimiliki (dan lahannya tidak beralih fungsi menjadi kontrakan/ hunian,” tegas Idris Abdul Shomad menambahkan, kami akan melakukan pembatasan lahan bagi para pengembang dengan membeli lahan, sehingga pekarangan/lahan menjadi milik Pemkot dan dijadikan sebagai ruang terbuka hijau.

Wakil Walikota M Idris Abdul Shomad mengatakan Belimbing Dewa sebagai ikon Kota Depok yang akan terus dipertahankan hingga tahun 2025. Hal tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang (RPJP). Artinya di tahun 2025 ketika masa RPJP habis, kalau sudah tidak ada lahan (lahan habis atau menyusut), bisa ada perubahan ikon. Saat ini, luas lahan petani belimbing masih cukup luas. “Di Kali Licin Pancoran Mas ini, masih ada sekitar tujuh hektar, belum lagi di Kelapa Dua Cimanggis, Sawangan, dan wilayah lainnya,” tutur pria lulusan Gontor seraya menambahkan, untuk mempertahankan lahan pertanian agar tidak menyusut, diperlukan langkah aplikatif terkait instruksi walikota tentang ruang terbuka hijau, dan rencana pembebasan pajak bumi lahan pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian kota Depok, Muksit Hakim menuturkan Distankan telah berupaya meningkatkan potensi petani belimbing dengan melakukan pembinaan berupa pelatihan, pemberian bibit belimbing, dan pupuk organik kepada petani. ”Menurut Diperindag angka permintaan pasar belimbing cukup melimpah, namun kebutuhan untuk memenuhi permintaan itu masih belum seluruhnya terpenuhi,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Petani Belimbing Depok yang juga pemilik lahan, Nanang Yusup menyatakan Pemkot Depok member support untuk terus menanam belimbing. “Kami mendapat pelatihan, bantuan pupuk, dan obat-obatan,” ujar pria yang sudah bertani sejak 1997. Nanang menginformasikan, bertani belimbing tidak harus mempunyai lahan yang luas. Bahkan, belimbing bisa ditanam di halaman rumah.

Alhamdulillah produksi belimbing yang dihasilkan selama satu bulan mencapai 45 ton. Seluruh hasilnya didistribusikan ke pasar tradisional dan pasar swalayan hingga lingkup Jabodetabek. “Permintaan pasokan sebenarnya cukup tinggi, jadi kita masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar, itu baru Jadebotabek. Pemasaran belimbing Depok sudah sampai ke luar negeri. belimbing Depok secara kualitas menempati nomor satu di dunia, namun masih kalah dalam hal jumlah produksi dibandingkan Malaysia.” katanya. (olas)