Siaran Pers

Walikota Hadiri Muktamar IV Salimah

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 09 Mar 2015
  • Waktu: 04:36 WIB
Siaran Pers

Humas & Protokol Setda Kota Depok

Jum’at, 6 Maret 2015



Walikota Depok, Nurmahmudi Isma’il didampingi Istri, Nurazizah Tamhid dan Kabag Sosial, Asep Roswanda, menghadiri pembukaan Muktamar Keempat ormas perempuan, Persaudaraan Muslimah (Salimah), di Hotel Bumi Wiyata, Jum’at (6/3/2015). Dalam perhelatan akbar ormas yang telah berusia 15 tahun ini, turut hadir Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Repbublik Indonesia, Prof. Dr. Yohana Suzana Yembise, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Dr. Netty Prasetyani, Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Utara, Faoniah, perwakilan berbagai organisasi wanita yang tergabung dalam organisasi federasi, Ketua Umum Kowani, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, para pengurus pusat Kowani, Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI), Wanita Islam, Aisyiyah dan ormas perempuan lainnya.

Muktamar Salimah merupakan forum tertinggi organisasi yang berlangsung tiap lima tahun sekali. Acara ini diikuti oleh berbagai utusan dari 33 Provinsi di Indonesia. Ormas perempuan ini sendiri telah tersebar di 33 Provinsi, 385 Kabupaten/Kota, 1.183 Kecamatan, dan 265 Kelurahan se-Indonesia serta perwakilan luar negeri di Taiwan dan Hongkong. Muktamar ini mengusung tema “ mengokohkan profesionalisme kerja dan kinerja Salimah”. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu 6-8 Maret 2015 dan akan dipilih Ketua Umum Pimpinan Pusat Salimah masa bakti 2015-2020, merumuskan Garis Besar Haluan Organisasi lima tahun mendatang, menetapkan program unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial dan keagamaan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah), Nurul Hidayati, mengatakan selain masalah spiritualitas, Salimah juga mengutamakan pemberdayaan ekonomi. “perilaku konsumtif itu berbahaya, karena kita akan memasuki pasar global, jika kita hanya mampu membeli, mampu belanja, itu bahaya, karena kita hanya akan ditempatkan sebagai pasar. Maka Ibu-ibu hematlah jangan gampang membeli produk-produk yang masuk dan berperilaku konsumtif”, ujar wanita berhijab ini.

Walikota Depok dalam sambutannya berharap semoga agenda Muktamar ini dapat meumuskan program-program yang strategis mengingat tujuan yang di tetapkan Salimah sangat mulia, diantarannya membantu mengatasi kemiskinan. Dalam kesepakatan ini Nurmahmudi juga mengklarifikasi jumlah bahan pangan lokal bukanlah 26 jenis, tapi sebanyak 77 jenis. Mengenai peranan wanita, Nurmahmudi Isma’il mengatakan bahwa seorang wanita harus bisa menunjukkan peran sebagai pribadinya, peran sebagai rumah tangganya dan peran sebagai lingkungan keluarga sekitarnya. Oleh karena itu ibu-ibu harus bisa lebih aktif lagi menjalankan peranannya dalam berbagai aspek kehidupan. “Sebagi wanita muslimah tentunya dituntut lebih besar lagi karena sebagai wanita biasa saja dia harus baik dan layak menjadi contoh sebagai pribadi, sebagai keluarga, sebagai anggota masyarakat. Kalau sebagai muslimah kita dituntut untuk menjadi rahmatan lil alamin, kita menjadi contoh keteladanan di dalam masalah etika, inovasi, kreatifitas dan karya-karya kita untuk bisa bermanfaat kepada orang lain karena islam mengajarkan pada kita untuk menjadi teladan yang baik.” ujar Walikota. Lanjutnya lagi, indicator wanita muslimah, pertama kita jika sebagai wanita biasa saja harus bisa menjaga keharmonisan keluarga, harus mampu menumbuhkan pengetahuan meraka, dan menyiapkan kemandirian putra-putri kita. Ditambah lagi jika berbicara sebagai wanita muslimah dituntut dunia akhiratnya. Tanggung jawab terhadap berbagai masalah seperti pelecehan seksual, pergaulan bebas dan narkoba tidak saja tanggung jawab seorang ibu, tapi merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Namun sebagai ibu yang lebih banyak berinteraksi dengan putra-putrinya mereka punya peluang yang lebih besar dalam pembentukan karakter dan lain sebagainya . Sebagai orang beragama sentuhan pemahaman akan keagamaan atau pendekatan agama akan sangat dominan mempengaruhi terbentuknya seseorang untuk jauh dari permasalahan narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja dan lainnya. (mira)