Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 18 Februari 2015
Balaikota - Wakil Walikota M Idris Abdul Shomad yang juga Ketua TP UKS Kota Depok memimpin rakor UKS di aula lantai 5 Balaikota, Rabu (18/02/15). Ketua TP UKS M Idris Abdul Shomad mengatakan UKS merupakan usaha strategis untuk meningkatkan kualitas SDM. Karena SDM bisa terlihat dari pendidikan dan kesehatan. Tahun ini yang menjadi leading sector UKS adalah dinas pendidikan. “Semoga UKS tidak hanya sekedar lomba sekolah sehat dan dokter kecil, tetapi juga menjadikan sekolah yang bisa mempromosikan kesehatan, dan meningkatkan kualitas anak-anak,” harapnya.
Beliau menghimbau untuk memahami lebih luas tentang UKS sebagai program terpadu dan terkoordinasi dengan semua dinas. Pelajari dan pahami pedoman/ trias UKS, yaitu (1) Pendidikan Kesehatan (2) Pelayanan Kesehatan (3) Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat. Lomba diperlukan sebagi stimulant meningkatkan kualitas. Untuk itu buatlah lomba yang tidak hanya menjadikan yang terbaik saja sebagai juara. “Perlu sesekali dibuat yang terburuk atau peringkat tiga dari bawah sebagai juara. Hal itu bukan bertujuan untuk menjelekkan, tetapi memacu semangat untuk meningkat kualitas sekolahnya,” tutur Wakil Kota Depok.
Perwakilan Dinas Pendidikan IBu Lisa menyatakan bahwa tahun ini merupakan tahun investasi. Kami sedang mempersiapkan calon pemimpin untuk Indonesia emas. Generasi yang kami harapkan tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap bagus. Konsep UKS tidak hanya sekolah sehat saja, tetapi juga pendidikan karakter (sehat rohani). Nantinya kami akan tumbuhkan kantin sehat dan kantin kejujuran. “Semoga rakor ini bisa menciptakan formulasi yang membuat sekolah semakin sehat dan mewujudkan generasi unggul dimasa mendatang,” ujarnya.
Intan, perwakilan Dinas Kesehatan mengatakan Dinkes siap membantu Disdik. Ia juga menuturkan beberapa program yang terkait dengan UKS dan menciptakan generasi unggul. Program tersebut adalah monev kantin sekolah, monev pedagang jajanan anak, penyuluhan makanan sehat, penyuluhan keamanan jajajanan pangan,pelatihan pengawas pangan cilik, dan sebagainya. (olas)