Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 4 Februari 2015
Jakarta - Walikota Depok Nur Mahmudi isma’il hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Penanganan Ancaman Narkoba di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Rakornas yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo, dihadiri oleh beberapa Menteri Kabinet Kerja, Kepala BNN Kabupaten dan Kepala BNN Provinsi, Bupati, Gubernur, dan Walikota se-Indonesia, Rabu (04/02/15).
Ketua Pelaksana Anang mengatajan kegiatan ini untuk untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Indonesia sudah memprihatinkan. Semoga dengan kegiatan ini, pemberantasan narkoba bisa dilakukan lebih komprehensif. Dalam Rakornas akan dibahas langkah-langkah konkret untuk mengatasi dararut narkoba bagi terwujudnya stabilitas nasional,” ujar Anang.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menginformasikan sekitar 40 sampai 50 orang meninggal setiap hari karena penyalahgunaan narkoba. Dalam setahun, sekitar 18.000 orang meninggal karena penggunaan narkoba. Angka itu belum termasuk 4,2 juta pengguna narkoba yang direhabilitasi dan 1,2 juta pengguna yang tidak dapat direhabilitasi. Saat ini, total narapidana terkait narkoba ada 39 ribu orang, 63 orang di antaranya adalah terpidana mati, dan 118 orang lagi terpidana seumur hidup. “Kita harus sikapi secara serius dan secara tegas. Jangan ada toleransi lagi. Jangan diberi toleransi lagi untuk masalah ini,” ajak Kepala Negara.
Senada, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il menyatakan sikap tegas diperlukan untuk menyelamatkan bangsa dari narkoba. Seperti yang tadi dikatakan Presiden, setiap hari sekitar 50 orang meninggal karena narkoba. Karena itu, ayo kita perangi narkoba dan jangan memberi toleransi. Karena jika 18 ribu per tahun, yang harus direhabilitasi 4,5 juta, berarti berapa puluh tahun akan rampung? 200 tahun baru akan rampung.
Di Kota Depok, Pemerintah Kota Depok telah mengajak BNN Kota Depok agar bekerjasama dan bersatupadu berupaya secara preventif melakukan berbgai upaya preventif dan kuratif untuk menangani masalah narkoba. Kami juga berharap, BNN akan bersinergi dalam melaksanakan mekanisme rehabilitasi yang kuratif. “Kami juga bekerjasama dengan BNN Depok, Kesbang Depok, Dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kota Depok, untuk melakukan upaya pencegahan narkoba bagi pelajar agar tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba,” tutur Nur Mahmudi Isma’il. (olas)