Siaran Pers

Musrenbang Bahas Pengajuan Usulan Kegiatan ke Provinsi Jabar Tahun 2016

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 04 Mar 2015
  • Waktu: 08:40 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Rabu, 4 Maret 2015

Balaikota - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok Tahun 2015 dalam rangka membahas usulan Kegiatan ke Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 digelar di aula lantai 3 Bappeda Kota Depok, Rabu (04/03/15) pagi. Musrenbang yang dibuka Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, dihadiri oleh Wakil Walikota, Kepala OPD dan Camat se-Kota Depok. Musrenbang yang dimotori oleh Bappeda Kota Depok mengusung tema “Pembangunan Berkelanjutan serta Memperhatikan Kearifan Lokal Menuju Kota Niaga dan Jasa”.

Wakil Walikota Depok M Idris Abdul Shomad menjelaskan, Pembangunan berkelanjutan berarti pembangunan yang telah dilaksanakan pada dua periode RPJMD perlu dijaga keberlanjutannya pada tahap selanjutnya (tahap ketiga) agar cita-cita menjadi kota niga dan jasa dapat tercapai. Berkualitas artinya pembangunan yang dilaksanakan harus mengedepankan prinsip Smart Planning (spesifik, terukur, dapat dicapai, ketersediaan sumberdaya, dan dibatasi waktu) agar sasaran pembangunan dapat dicapai serta dirasakan oleh masyarakat. Sedang kearifan lokal adalah pembangunan yang dilaksanakan harus memperhatikan aspek sosial dan budaya setempat.

 Musrenbang ini membahas sebuah usulan untuk melengkapi dan menuntaskan RPJMD. Contoh yang belum terselesaikan Puskesma 24 jam. Tahun 2014 sudah ada empat. Tahun ini akan ditambah lima. Dan mudah-mudahan tahun depan bisa tambah dua lagi. Contoh lain adalah bidang pendidikan, SMA/SMK tinggal menyelesaikan empat kecamatan, tahun ini dua, dan tahun depan dua. Persampahan juga termasuk RPJMD, yaitu Depok Bersih. Saya selalu menghimbau untuk tidak mengejar piala adipuranya saja. Karena buat apa kita bulan ini dapat piala, tapi bulan selanjutnya sampah tetap berserakan, akibat kesadaran masyarakat yang masih kurang. Yang penting adalah prosesnya. Program-program tersebut bisa diusulkan. “Beri masukan yang lebih fokus dan konsentrasi apa yang akan dibicarakan dalam musrenbang ini, sebagai bahan usulan musrenbang provinsi Jawa Barat pada 18 Maret mendatang,” tutur Wakil Kota Depok.

Senada, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il menghimbau untuk konsentrasi dan partisipasi membuat sebuah usulan yang diajukan dalam Musrenbang Provonsi pada 18 Maret nanti. Coba untuk merujuk kepada RPJP dan RPJMD, sehingga usulan yang diajukan benar-benar dilandasi dengan kerja yang terstruktur. “Boleh mengusulkan hal baru, tetapi amanah dasar yang tertuang dalam RPJP dan RPJMD harus menjadi prioritas,” tutur Pemimpin Depok menambahkan, program percepatan peningkatan kapasitas sekolah dan upaya membuka sekolah terbuka, hendaknya menjadi perhatian yang lebih komprehensif.

Terkait dengan persampahan, pria kelahiran Kediri pun menghimbau untuk lebih sungguh-sungguh melakukan upaya taktis (memilah dan mengolah sampah). “Saat mengajukan usulan, betul-betul dipikirkan dan diperhatikan, jangan sampai kita tidak mampu mengimplementasikannya. Buatlah usulan yang lebih nyata, bukan berdasar pada keinginan tapi berdasar pada kemampuan. Masing-masing OPD harus bisa membawa amanah dengan mengidentifikasikan apa yang mau direalisasikan,” himbau Nur Mahmudi, seraya menghimbau peserta jangan ditargetkan hari ini selesai, karena masih ada waktu sebelum tanggal 18 Maret. (olas)