Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum`at, 27 Februari 2015
Kedatangan Tim Verifikasi Kota Sehat dari Provinsi Jawa Barat di terima dengan hangat oleh Walikota Depok Dr.Ir. H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc pada Jum`at, 27 Februari 2015, ruang Bpugenvil Balaikota Depok. Maksud dan tujuan kedatangan Tim verifikasi Kota Sehat, ini adalah untuk melakukan sejumlah penilaian, pengambilan data, dan melakukan verifikasi ke Kota Depok, terkait penilaian Kota Sehat tk Provinsi Jawa Barat. Mereka juga menyampaikan beberapa hal yang akan dinilai, dan meminta Pemerintah Kota Depok untuk siap dinilai, dan mengumpulkan segala data yang diperlukan, terkait kota sehat.
“Salah satu yang menjadi buah bibir, hal menonjol dari sekian banyak Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, yaitu concern Walikota Depok terkait 7 Kawasan tanpa rokok. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi hal tersebut berhasil di buat menjadi perda, demi meningkatkan dan mendukung Kota sehat. Depok sebagai gerbang provinsi Jawa Barat yang sangat dekat dengan Ibu Kota Indonesia diharapkan dapat menjadi prototype atau Kota Percontohan, kota sehat di Provinsi Jawa Barat,”tutur Julianto ketua Tim Verifikasi Kota Sehat provinsi Jawa Barat.
Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr. Lies Karnawati, Kepala BPMK Kota Depok Ir. Widyati Ryandani, Bapeda Kota Depok, Tim Verifikasi dari Prov Jawa Barat, Asisten Ekbangsos, dan hadirin lainnya. “Beberapa yang akan dinilai seperti kawasan perkantoran sehat, kawasan sosial sehat, kawasan masyarakat sehat dan mendiri,transportasi sehat, p3, ditinjau dari kebijakan yang mendukung pembentukan kota sehat. Kami akan menilai dari konsep pembangunan yang berwawasan kesehatan, contoh pembangunan gedung yang pro terhadap kesehatan. PHBS di lingkungan masyarakat, pembinaan yang dilakukan, jamban sehat di kawasan masyarakat yang masih di lingkungan pedalaman, pembrantasan penyakit tb, dan berbagai program Pemerintah yang mendukung kesehatan di tengah masyarakat ”tutur Julianto.
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc menyambut baik, kedatangan Tim Verifikasi dari Provinsi Jawa Barat,”Kami akan mendukung dan siap memberikan segala data yag diperlukan, dan siap untuk melakuakan pendampingan ke lokasi yang akan di verifikasi, terkait penilaian kota sehat. Alhamduliah, dan suatu penghargaan bagi kami, apabila ada pihak lain, yang turut memperhatikan kesungguhan dari Pemerintah Kota Depok dalam menciptakan kesehatan ditengah masyarakat. Seperi Perda kawasan tanpa rokok, bahkan kami sedang membahas, larangan Iklan rokok di Kota Depok. Kami tidak keberatan apabila ada penurunan pemasukan sekitar kurang dari 25% dari iklan rokok, demi kesehatan masyarakat Depok,”tuturnya.
Pada kesempatan ini, Walikota juga melakukan sediit diskusi dengan perwakilan dari badan ketahana pangan Provinsi Jawa Barat terkait, Untunnya melaksanakan ODNR (One Day No Rice) apalgi ditengah lonjakan harga beras belakangan ini. ODNR memiliki berbagai manfaat dari segala lini kehidupan; Ekonomi, Ketahanan Pangan Nasional, Budaya, Prouktifitas, Kesehatan dst. Sat ini, Depok telah menjadi perhatian bagi pemberitaan nasional, dan daerah lain, One Day No Rice seharusnya dapat menjadi solusi, karena disaat beras mahal atau langka, seharusnya masyarakat dapat memilih sumber karbohidrat lain, yang tersedia, murah dan mudah dicari untuk menggantikan beras ketika menyantap lauk pauk. One Day No Rice dengan motto yang kami usung “ Indonesia Bugar, Produktif, Inovatif, B2SAH”, tuturnya.
Diakhir acara, Walikota memberikan cinderamata, beras ODNR, Buku Revolusi Mind set, buku arboretum Depok, Brownis Mocav. (Endang)