Siaran Pers

Nur Mahmudi Diserbu Pelajar SMA

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 09 Jan 2015
  • Waktu: 15:19 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota

Jumat, 9 Januari 2015
Diawal tahun 2015, ruang kerja Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il dipenuhi oleh pelajar SMA Kota Depok yang tergabung dalam Forum Kesatuan Pelajar Kota Depok (FKPD), Jum’at (09/01/2015) pagi. Tujuan FKPD menyambangi Nur Mahmudi adalah untuk membahas acara Cita Rasa Kebaikan Pelajar (Cakap) Kota Depok yang akan digelar 31 Januari 2015 mendatang.

Ketua Osis SMAN 12 Depok, Adelina Santika Azzahrah menginformasikan ini merupakan acara CAKAP kedua yang akan digelar. Dimana sebelumnya telah dideklarasikan A6. Untuk tahun ini kami akan menambah satu menjadi A7, yaitu (Anti Narkoba, Anti Sex Bebas, Anti Mencontek, Anti Tawuran, Anti Merokok, Anti Miras, dan Anti Bullying). Selain deklarasi, akan ada juga sosialisasi dan kampanye dari berbagai pihak seperti BNN, KPK, dan Kantor Kesbang Kota Depok. “Kami juga akan mengadakan senam dan bakti sosial, serta aksi kreasi ajang seni pelajar se-Kota Depok,” terangnya.

FKPD memiliki cita-cita agar pelajar di kota Depok menjadi lebih baik dan turut berpartisipasi dalam memajukan kota dan bangsa. Ini merupakan kegiatan sederhana yang membuahkan banyak manfaat. Karena kami akan bergerak bersama mengumpulkan dana kemanusian untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana. Kami juga akan berkampanye tentang aktivitas positif yang bisa dilakukan oleh pelajar. “Kami berharap Bapak Walikota dapat mengikuti seluruh acara yang diawali dengan senam pagi bersama 2000 pelajar Kota Depok,” ujar Adelina.

Pemimpin Kota Depok memberikan dukungan penuh untuk kegiatan CAKAP. Karena ini merupakan kegiatan yang positif. FKPD sebagai pantia harus mampumengilustrasikan lawan dari A7 tersebut. Harus mencari antitestis dan merumuskan pengganti atau alternatifnya. Misalkan Anti Miras, berarti alternatifnya susu, air putih, dan juice. Dengan begitu, saat berkampanye jadi jelas, seperti janganlah minum-minuman kerasa tetapi minumlah susu. Dan sertakan alasanya atau keuntungan dan kerugian dari kedua minuman tersebut. Begitu juga dengan A6 lainnya. “Carilah antonim dari A7 dan sertakan keuntungan dan kerugiannya, sehingga pelajar tidak menjadi bimbang. Bila tidak boleh begini lalu harus bagaimana?” jelas Nur Mahmudi memberikan saran.

Dengan penjabaran dan penyediaan alternative yang lengkap, maka A7 tidaklah menjadi sebuah seremonial saja, tetapi bisa diimplementasikan dalam keseharian. “Semoga CAKAP Depok dapat menjadi media untuk membentuk pelajar yang unggul dan berkarakter, sehingga dapat berkontribusi bagi pembangunan di Kota Depok dan di Indonesia,” harap pria kelahiran Kediri. (olas)