Siaran Pers

Wakil Walikota Menjadi Narasumber Lokakarya Midterm Review Kota Depok Tahun 2014

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 22 May 2014
  • Waktu: 06:19 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 22 Mei

Kamis, 22 Mei 2014, Lokakarya Midterm Review Kota Depok Tahun 2014 masih berlanjut sejak kemarin. Wakil Walikota Depok Kh. Idris Abdul Shomad, MA hadir sebagai salah satu narasumber pada hari ini. Seluruh BKM (Badan Keswadayaan Maysarakat) se-Kota Depok hadir untuk mengikuti lokakarya ini, turut hadir, perwakilan dari Kelurahan se-Kota Depok, Bappeda, dan Distarkim. Anggota BKM sendiri adalah ditunjuk dari Provinsi yang merupakan sukarelawan, untuk mendampingi pelaksanaan program PNPM, dimana dana PNPM berasal dari APBN dan sebagian lagi APBD.
Program PNPM, penanggulangan kemiskinan, dapat dilakukan melalui berbagai program diantaranya: kegiatan sosial, seperti peminjaman modal tanpa bunga, untuk masyarakat, pemberdayaan masyarakat, pembangunan RTLH, pembangunan jalan, dan saluran air.

Dalam acara ini, Dadang Munandar Korkeb, menyampaikan beberapa capaian 2013 dari pelaksanaan PNPM di Kota Depok, juga langkah-langkah kedepan yang akan dilaksanakan, dan hal lainnya.

Sementara itu Wakil Walikota Depok KH. Idris Adul Shomad, MA mengatakan, bahwa kemiskinan merupakan musuh bersama yang harus diperangi. Kemiskinan mungkin saja, dapat menyebabkan seseorang semakin jauh dari agama, walaupun tidak mutlak bahwa seseorang yang miskin akan jauh dari agama. Namun kemiskinan dapat kita perangi dengan pegetahuan, kemauan untuk maju, prestasi dan perjuangan. Pendidikan sangatlah penting, oleh karena itu, marilah seluruh element masyarakat perangi kemiskinan bersama-sama !, “ajaknya.

Masalah kemiskinan, tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja untuk menyelesaikannya, tidak seharusnya, hanya mengandalkan dari program PNPM.
Mengadopsi dari Negara Arab, bahwa sebaiknya, permasalahan kemiskinan, menjadi tanggung jawab para pengusaha, atau perusahaan, msalnya, menjadi bagian dari CSR mereka. Sehingga, perusahaan dapat mewujudkan tangggung jawab sosialnya, dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, seputar hambatan- hambatan, dan berbagai informasi yang kurang jelas seputar BKM dan Pelaksanaan, serta prosedur PNPM. (Endang)