Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 25 November 2014
Selasa, 24 November 2014, bertempat di ruang kerja Walikota Depok lantai 2 Balaikota, Forum Kota Hijau Depok, melakukan audiensi dengan Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc. Tujuan Kedatangan dan audiensi FKH ini, adalah untuk memaparkan program dan beberapa pendangan serta cita-cita FKH untuk membuat Kota Depok menjadi hijau dalam 10 tahun ke depan. Turut hadir dalam audiensi ini, Kepala BLH Kota Depok Wijayanto, Kepala Distarkim, DKP, dan Perwakilan Mahasiswa.
FKH menyampaikan beberapa Desain dalam upaya menciptakan Depok menjadi Kota Hijau kepada Walikota diantaranya yaitu:
- Green Waste
Zero waste melalui, optimalisasi bank sampah, optimalisasi UPS, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Depok
- Green Transportation
Keinginan untuk diwujudkannya, jalur sepedam jalur –jalur pedestrian, dan penambahan penghijauan.
- Green Water
Melalui berbagai upaya, sosialisasi, edukasi dan persuasi kepada masyarakat agar tidak mencemari lingkungan, menjaga kualitas air di Kota Depok yang masig bersih, dan terus meningkatkan kualitas airnya.
- Green Energy
Melalui energy yang diperoleh dari sampah
- Keinginan diadakannya car free day
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc menyambut baik kedatangan Forum Komunitas Hijau Kota Depok. “Saya sangat mengapresiasi segala perhatian, concern, kesungguhan dan berbagai aksi yang telah dilakukan Forum Kota Hijau. Pemerintah Kota juga telah selaras, dan tertuang dalam visi misi serta RPJMD Kota Depok terkait keseriusan Pemerintah Kota mewujudkan Depok menjadi lebih hijau. Seperti Green Waste, Green Water, Green Energy, kami terus menjalankan pemilahan sampah, Pelaksanaan UPS. Kami terus mengedukasi dan mengajak masyarakat agar melakukan pemilahan sampah. Apalagi isnya Allah tahun 2015 Depok akan memproduksi green energy yang dihasilkan dari sampah (UPS). Terkait Green Water kami juga ewajibkan perusahaan di Depok atau perkantoran membuat sumur iimbuhan, membersihkan dan merawat sepanjang sungai.
Terakait Car Free Day, sebenarnya Pemerintah Kota Depok bukan tidak mendukung, hanya saja, tidak ingin mengganggu mobilitas masyarakat yang bermukim di areayag ditutup aksesnya karena Car Free Day. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan DKI Jakarta, karena Car Free Day terletak di pusat Kota yang tidak ada pemukiman, hanya perkantoran, yang libur pada hari Minggu.
ODNC (One Day No Car) dirasakan lebih efektif, karena tidak sekedar mengalihkan kendaraan yang merupakan penyumbang polusi ke udara tetapi juga, ODNC dapat mengurangi volume kendaraan, mengurangi kemaceta. ONDC terus disosialisasikan, dan dilakukan persuasi kepada masyarakat. Apabila banyak masyarakat yang telah sadar untuk melaksakanan ODNC atauboleh menambahakan harinya, akan semakin baik dalam menghijaukan udara dan mengurangi kemacetan, hal tersebut juga dapat menjadi alternative berhemat karena harga BBM yang kian naik,”tuturnya.
Pemerintah juga menunjukan keseriusan dalam menghijaukan kota dan mewujudkan Kota Layak Anak, yaitu akan dibangunnya Taman Hijau, dan kolam renang khusus wanita, dibeberapa wilayah di Kota Depok seperti: Tapos, Pancoran Mas, dan Sawangan. Untuk taman, digratiskan untuk public, namun untuk kolam renang akan dikenakan biaya minimal untuk operasional, taman dan Kolam renang ini dipersembahkan untuk masyarakat Kota Depok khususnya anak dan kaum perempuan. Walikota juga mengutarakan untuk semakin menghijaukan Kota dan membuat Kota Depok menjadi indah, rencananya, jalan –jalan di Kota Depok, tol sekitar, fasilitas public akan dihiasi dengan bunga bougenvil nan indah dan kaya akan manfaat, siapa tau dapat menhambah icon Kota Depok, yang penuh dengan bougenvil indah! ”tambahnya. (Endang)