Siaran Pers

Nur Mahmudi Menjadi Narasumber Seminar Ketahanan dan Kedaulatan Pangan

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 17 Nov 2014
  • Waktu: 13:59 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 17 November 2014

Walikota Depok, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, Msc, menghadiri seminar "Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan" sekaligus menjadi keynote speech bersama nara sumber Dr. Sony Teguh Tri Laksono, M.M, M.Pd, M.BA, dan Letkol CBA Eko Nur Santo (Dandema Mabes TNI). Bertempat di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Senin (17/11/14). Turut hadir dalam seminar tersebut Rektor UI, Menpora, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Dandim. Selain seminar ada diadakan pula Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Biopori dan puncaknya pada sore hari digelar Konser "Deklarasi Gerakan Nasional Ketahanan dan Kedaulatan Pangan" yang dimenghadirkan penyanyi kondang Iwan Fals.

Rektor UI, Muhammad Anis, mengatakan bahwa kedaulatan pangan di Indonesia harus segera digalakkan. Kedaulatan tersebut akan mempengaruhi kedaulatan bidang lainnya. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus kuat dalam gotong royong untuk memajukan Indonesia. Masyarakat juga dinilai perlu mengubah mindset dari pola konsumtif menjadi pola kemandirian agar tidak selalu bergantung kepada pihak asing.

Nur dalam paparannya menjelaskan bahwa ketahanan dan kedaulatan pangan tercipta dari kesadaran diri bangsa itu sendiri. Semua akan terlaksana jika semua element bersama-sama membangun kedaulatannya mulai dari hal terkecil. Saat ini Indonesia  belum masuk dalam kategori berdaulat dalam hal ketahanan pangan. Indonesia masih menjadi negara pengimpor terigu dan beras. Padahal kedua bahan itu adalah pangan pokok masyarakat Indonesia.

"Indonesia masih ketergantungan beras. Yang dulu biasanya bisa mengkonsumsi singkong, ubi, sagu dll, saat ini pihak asing mendorong bahwa beras merupakan karbohidrat yg paling bagus. Bangsa kita mudah diprovokasi. Indonesia menjad negara impor terigu nomor 2 di dunia, beras no 3 di dunia. Padahal ladang di Indonesia lebih dari 30 juta hektar dan dapat memproduksi umbi-umbian karena karbohidrat tidak hanya berasal dari beras, namun masih ada 77 jenis karbohidrat yang bisa dikonsumsi", ungkap pencetus One Day no rice ini.

Nur berharap dengan adanya serangkaian acara ini dapat mempengaruhi mindset masyarakat untuk memperjuangkan ketahanan dan kedaulatan pangan di Indonesia serta merubah pola konsumtif masyarakat menjadi masyarakat yang produktif. (Od)