Pemberian Cuti Bagi PNS Pria Sebagai Komitmen PUG & P3A
-
Penulis:Adminstrator
Tanggal:10 Nov 2014
Waktu:23:11 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 10 November 2014
Bertempat di Hotel Horison Bandung, Walikota Depok menghadiri verifikasi monitoring dan evaluasi pemberdaan perempuan dan perlindungan anak Provinsi Jawa Barat. Evaluasi tersebut untuk Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Th. 2014. Sebelumnya, Kota Depok telah meraih APE selama dua tahun, yaitu tahun 2012 dan 2013. Walikota Depok berharap dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini. Prestasi ini bisa diraih karena seluruh elemen masyarakat Depok mendukung dan melaksanakan program Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).
Nur Mahmudi memaparkan, banyak inovasi yang kami lakukan, seperti membuat Perda layak anak, mengembangkan RW layak anak, menggalakkan P2WKSS, dan deklarasi inisiasi menyusu dini. Kami terus berinovasi setiap tahun. Program cuti bagi PNS pria merupakan inovasi kami tahun ini. Program tersebut sebagai komitmen dan implementasi terkait PUG dan P3A.
Kami memberikan cuti bagi PNS pria di lingkungan Pemkot Depok yang istrinya melahirkan selama tiga minggu (maksimal). Cuti bertujuan untuk mendampingi istri selamam proses persalinan. Para PNS pria (suami) diharapkan bisa menemani dan menjaga istrinya dalam persiapan menjalani proses melahirkan, mendorong istrinya untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan memberikan ASI eksklusif bagi buah hatinya. “Sudah ada dua PNS pria yang mengajukan cuti tersebut,” kata Nur Mahmudi seraya menambahkan, suami memiliki peran besar dalam tumbuh kembang anak, mulai dari siaga mendampingi istri sebelum melahirkan, hingga proses menyusui dan tumbuh kembang anak.
IMD sebagai proses ketika bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). IMD akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusui, sehingga diharapkan terpenuhinya kebutuhan gizi bayi hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi. ASI merupakan makanan alami pertama untuk bayi, memberikan semua energi dan gizi bayi untuk kebutuhan bulan pertama kehidupan, dan terus diberikan sampai setengah atau lebih dari kebutuhan gizi bayi.
IMD dan ASI Ekslusif merupakan suatu hal yang sangat penting bagi balita. Para ibu harus memberikan kedua hal tersebut bagi buah hatinya. Untuk itu, diperlukan intervensi positif dan dukungan dari berbagai pihak, utamanya dari ayah bayi atau suami. Karena itu, kami meluncurkan program cuti bagi PNS pria agar mereka (suami) bisa melakukan pendampingan sehingga IMD dan ASI Eksklusif berjalan dengan baik. (olas)