Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Minggu, 16 November 2014
Minggu (16/11/14), sebanyak 500 pelajar berkumpul di lapangan Balaikota Depok guna mengikuti kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-50 dan Workshop Pelajar Tanpa Rokok yang dimotori oleh Dinas Kesehatan Kota Depok. Kegiatan ini bertajuk "Indonesia Cinta Sehat" dengan subtema "Sehat Bangsaku Sehat Negeriku". Sebelumnya Peringatan HKN telah dimulai sejak tanggal 10 November 2014 lalu dengan diadakan upacara Peringatan 50 Tahun HKN dan dirangkai dengan Hari Pahlawan. Kemudian pada tanggal 14 November telah dilaksanakan pula kegiatan peringatan HKN serentak di 11 Kecamatan dengan senam massal dan pembubuhan cap tangan "Komitmen Tidak Merokok" dan acara puncak peringatan HKN adalah pada tanggal 16 November 2014 ini.
Selain untuk memperingati HKN, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan budaya hidup sehat, mensosialisasikan Perda Kota Depok no. 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok, dan membuka wawasan mengenai dampak rokok bagi kesehatan untuk pelajar dan masyarakat luas.
Tak hanya diikuti oleh pelajar namun banyak juga dari ibu-ibu PKK Kota Depok, FKDS, perwakilan OPD, Kepala Puskesmas se-Kota Depok, dan stakeholder kesehatan yang turun dalam senam massal. Hadir pula perwakilan dari polres, kodim, kementerian agama, dan direktur rumah sakit.
Pada workshop "Pelajar Tanpa Rokok" akan diisi oleh 2 nara sumber yaitu Dr. Anna Rozaliyani, MBIOMED, Sp.P dan Edison dari Aliansi Masyarakat Akibat Rokok. Ditampilkan pula beberapa hiburan berupa Stand Up Comedy oleh Mongol dan Budi Do Re Mi.
Wakil Walikota Depok, KH. Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA melakukan pelepasan balon gas yang disimbolkan sebagai ucapan 'selamat tinggal asal rokok', kemudian dilanjutkan dengan pembubuhan cap tangan di kain yang bertuliskan "Komitmen Tidak merokok" dan diikuti oleh seluruh pelajar yang hadir. Idris dalam sambutannya sempat membacakan puisi tentang rokok yang berisi ajakan untuk meninggalkan kebiasan buruk merokok.
Idris mengatakan bahwa kegiatan ini juga mendukung program pemerintah pusat yakni Indonesia Sehat pada 2020 mendatang. Dengan ini pemerintah terus mensosialisasikan bahaya rokok baik untuk perokok aktif mau pun perokok pasif agar wawasan dan pemahaman akan rokok bisa bertambah. Tak lupa masyarakat selalu diingatkan tentang 7 kawasan bebas asap rokok yang antara lain tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, tempat proses belajar-mengajar, dan tempat pelayanan kesehatan.
Idris menambahkan kegiatan HKN ini tak hanya ditujukan pada generasi muda namun para lansia dan semua jenjang umur juga menjadi sasaran akan sosialisasi ini. "Tak ada segmentasi khusus dalam pensosialisasi kawasan tanpa rokok, karena masyarakat Depok seluruhnya harus mengetahui pentingnya kesehatan", jelasnya. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam pencegahan anak-anaknya merokok. Anak akan menteladani orang tuanya dalam bersikap. Maka diharapkan orang tua mampu memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya ditambah dengan teladan dari guru serta tokoh masyarakat sekitar dalam menambah pemahaman bahaya merokok untuk generasi muda.
Terakhir, pasangan Nur Mahmudi ini berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu dan motivasi untuk seluruh lapisan masyarakat di Kota Depok dalam mewujudkan Kota Depok Bebas Asap Rokok. "Semoga ini menjadi pemicu dan memotivasi kita agar Kota Depok menjadi kota bebas rokok dan kawasan tanpa rokok. Dan untuk generasi muda, mereka tetap menjaga kesehatan sejak dini", harapnya. (Od)