Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 13 november 2014
Kota Depok kembali maju ke tingkat Nasional pada penilaian Adhikarya Pangan Nusantara Kategori Pembina. Setelah beberapa waktu lalu berhasil menjadi juara 1 tingkat provinsi Jawa Barat kategori pembina. Dalam rangka pelaksanaan pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2014 untuk kategori pembina ketahanan pangan (Bupati/ Walikota). Pada Kamis, 13 November 2014 bertempat di Ruang Subdra, Hotel Bidakara Jakarta, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc berjuang untuk kembali mengharumkan nama Pemerintah Kota Depok dengan mengikuti penilaian Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2014 yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian RI.
Adapun cakupan presentasi penilaian Kategori Pembina Ketahanan Pangan meliputi:- Penyediaan: bagaimana Produksi, distribus, stok, gudang di Kota Depok.
- Akses: penanggulangan Kemiskinan, pencegahan dan penanganan Gizi buruk, penanganan Rawan pangan.
- Stabilisasi harga: mengendalikan inflasi , melakukan oprasi pasar.
- Pemanfaatan: konsumsi, menciptakan diversifikasi pangan , dan memastikan keamanan pangan.
Dan beberapa elemen pendukung: Bagaimana Inisiatif dari dan Peran Kepala Daerah selaku pembina, bagaimana proses koordinasi, bagaimana kemitraan dibangun, inovasi -inovasi apa saja yang sudah dilakukan, sistem informasi, kebiijakan dan kontribusi APBD, lainnya pembangunan SDM.Bagaimana kelembagaan Dewan ketahanan Pangandi Kota Depol, keberadaan koperasi Petani Penyuluh, bagaimana kerjasama dengan sektor swasta akademisi dan masyarakat, pemberdayaan masyarakat di Kota Depok.
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc mengatakan " beberapa hal yang ditanyakan kepada Pemerintah Kota Depok terkait inovasi beras jagung, apakah produksi masal beras jagung tersebut tidak akan menggangu produksi untuk pakan ternak. Bahwasanya Depok telah bekerjasama dengan beberapa daerah penghasil jagung, jagung yang diproduksi adalah jagung yanh berbeda, bukan jagung hibrida, dan tidak akan menggangu produksi untuk pakan ternak, karena Depok juga terus menggalakan diversifikasi pangan, bahwa sumber karbohidrat bukan hanya beras dan jagung, tetapi juga bermacam umbi-umbian lokal.Adapula pertanyaan terkait pajak pengolahan mocav. Beberapa hal lain yang dijabarkan juga terkait bagaimana proses perjuangan inovasi odnr, mensosialisasikan nya merubah mindset. Bagaimana mensukseskan pola konsumsi pangan lokal yang di galakkan di Depok seperti konsumsi buah dan lainnya. Harapannya semakin banyak daerah yang memiliki komitment dengan meningkatkan ketahanan pangan melalui diverisfikasi pangan, produksi, khususnya di daerah yang memiliki lahan luas tidak hanya produksi beras tetapi lainnya.Paparan yang sudah di lakukan dirasakan tidak negitu sulit, tetapi hanya menceritakan dan menggamabrkan beberapa hal dan apa saja yang sudah dilakukan di Depok sesuai dengan indikator penilaian, "tuturnya.
Kepala BPMK Kota Widyati Ryandani mengatakan "mudah-mudahan dapat menang pada tingkat nasional pada persaingan ketat, karena daerah lainnya juga memiliki keunggulan lainya. Melalui keunikan dan spesifikasi serta kesungguhan yang Depok lakukan semoga kita Dapat menang dalam penilaian," harapnya.