Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum`at, 7 November 2014
Dalam menjalankan aktivitas pekerjaan nya seorang PNS dituntut untuk dapat bekerja produktif selama 8 jam. Namun untuk dapat menjadi produktif menjalankan aktivitas pekerjaan 8 jam sehari, seseorang harus memiliki kondisi fisik yang bugar. Seseorang yang terlihat langsing dan terlihat idealpun belum tentu memiliki kondisi fisik yang bugar, jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. Berangkat dari hal tersebut Pemerintah Kota Depok terus berupaya membina PNS atau aparaturnya agar memiliki kondisi fisik yang sehat dan bugar, agar tetap produtif dalam bekerja. Berbagai upaya yang dilakukan seperti sosialisasi pola hidup sehat kepada para aparatur, tes kebugaran, olahraga bersama dll. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, telah dilakukan pendataan berat dan tinggi badan PNS dari seluruh OPD, berdasarkan data yang terkumpul, terjaring sejumlah PNS yang perlu menjalani tes kebugaran, mereka adalah yang tergolong kegemukan, dan obesitas.
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc melakukan peninjauan pada Pelaksanaan Tes Kebugaran yang di lakukan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok, pada Jum`at, 7 November 2014, dilapangan upacara Balaikota Depok. Tes kebugaran ini, dilakukan untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi para aparatur dalam bekerja, karena kebugaran, sangat berpengaruh dan mendukung seseorang dalam beraktivitas dalam bekerja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Dr. Lis Karnawati mengatakan “ Kami sedang menyelenggarakan tes kebugaran, salah satu upaya tes kebugaran yang kami lakukan melalui cara yang paling simple terlebih dahulu, yaitu melalui walk atau run. Seseorang akan dilihat kemampuan jantung dan paru-paru seseorang, berdasarkan waktu tempuhnya, dengan berlari atau jalan cepat untuk suatu jarak tertentu, dilihat dan dihitung berdasarkan kurva Indeks Masa Tubuh masing-masing. Hasil nya seseorang akan dilihat apakah masuk ke dalam kategori kurang ,cukup atau baik, jika ternyata kurang, maka selanjutnya seseorang akan dibina, dan diberikan masukan-masukan berdasarkan konsultasi yang dilakukan. Ini adalah tes kebugaran kedua kalinya, setelah beberapa waktu lalu telah dilakukan kepada 100 orang aparatur yang obesitas. Pada pelaksanaan Tes Kebugaran saat ini, kurang lebib melibatkan 500 orang aparatur dari seluruh OPD. Dari 7752 jumlah aparatur Pemkot Depok baru sekitar 30 % data yang masuk ke Dinas Kesehatan. Untuk melihat tingkat kebugaran aparatur Pemerintah Kota Depok, yang akan berpengaruh pada produktifitas dan efisiensi pekerjaan, ”tuturnya.
Sementara itu, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc mengatakan bahwa “ Tes kebugaran ini dilakukan untuk mengevaluasi kebugaran para aparatur di lihat dari IMT dan kemampuan paru-paru dan jantung seseorang, dengan jarak tempuh tertentu. Tes kebugaran ini, dilakukan agar produktifitas aparatur meningkat. Karena dengan tubuh sehat dan bugar dapat meningkatkan dan mendukung produktifitas seseorang dalam bekerja. Kepada seluruh aparatur yang belum mengumpulkan data IMT segera menyerahkan ke Dinas Kesehatan, agar dapat terjaring yang memiliki IMT yang diatas normal atau kurang. Agar dapat dibina, dan diberikan masukan-masukan oleh Dinas Kesehatan, agar para aparatur seluruhnya, dapat sehat dan bugar, sehingga produktif dalam melaksanakan pekerjaannya. Teruslah menjalankan pola hidup yang sehat, berolahraga,”tuturnya. (Endang)