Siaran Pers

Ikan Hias Pelangi Papua Sebagai Peluang Usaha Baru Industri Ikan Hias

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 06 Nov 2014
  • Waktu: 05:56 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Kamis, 06 Nopember 2014

 

Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il hadir dalam pembukaan Rekreasi Edukasi Informasi Komunikasi Konservasi dan Atraksi (REIKKA) ikan hias Tahun 2014. REIKKA yang dimotori oleh Balai Litbang Budidaya Ikan Hias terselenggara di Balitbangdias, Jl. Perikanan No. 13, Pancoran Mas, Depok. REIKKA mengusung tema “Kenali, Sayangi, Selamatkan, dan Lestarikan Ikan Hias Pelangi Papua”. Kepala Puslitbang Perikanan Budidaya Ikan Hias, Tri Heru Prihadi menginformasikan, REIKKA digelar selama tiga hari, yaitu 16-18 November 2014. Berbagai kegiatan dalam REIKKA  antara lain talkshow, diskusi, kongres PIHI, alih dan gelar teknologi, lomba dan hiburan, serta pameran dan eduwisata.

Heru mengatakan REIKKA baru terselenggara tahun 2014 sebagai ajang promosi, pengenalan, penyadaran publik, serta transfer IPTEK budidaya ikan hias yang ramah lingkungan kepada masyarakat luas, serta untuk mengangkat komoditas ikan hias nusantara. Ikan pelangi diangkat menjadi tema karena ikan ini hampir punah dan Balitbangdias berhasil mengembangkan budidaya ikan ini diluar habitatnya di Danau Kurumoi, Papua. “Teknologinya sudah siap diaplikasikan di masyarakat,” ujar Heru yang juga Ketua REIKKA 2014.

Pemimpin Kota Depok berharap 6 pilar REIKKA dapat tercapai sehingga berdampak positif bagi pelaku usaha dan konservasionis ikan hias. Agenda utama REIKKA adalah bagaimana kita bisa mengadopsi perkembangan telnologi sehingga bisa diimplementasikan. Saat ini, ada 1500 RT Perikanan di Depok.  439 diantaranya adalah RT ikan hias dengan omset sekitar 4,3 M/th atau skitar 100 juta/RT/th.  Berati usaha ikan hias itu menjanjikan, dan ikan hias pelangi Papua ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi warga Depok khususnya. Karena Indonesia dikenal sebagai produsen ikan hias terbesar di dunia.

Alumni IPB ini mengatakan produk Indonesia dalam bisnis ikan hias, dikenal memiliki ragam spesies, baik jenis ikan hias air tawar maupun laut. Ada 1100 spesies ikan hias air tawar yang ada di dunia, 400 spesies diantaranya berasal dari Indonesia. Indonesia juga memiliki 650 spesies ikan laut, dan diduga masih banyak lagi spesies ikan hisa laut yang belum ditemukan. Dengan demikian, semoga ajang REIKKA ini bisa melahirkan orang-orang yang peduli dan ahli pada konservasi dan perdagangan ikan hias. Untuk para pelaku usaha ikan hias harus melek informasi, kreatif, dan mampu mengadopsi IPTEK agar mampu mengembangkan perekonomian dan menemukan serta mengidentifikasi spesies-spesies baru, tutur Nur Mahmudi dilanjutkan dengan pemberian batik Depok bermotif ikan hias kepada Kepala Balitbang KP.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), Achmad Poernomo mengatakan ikan pelangi dapat ditemukan di Madagaskar, Australia, dan Indonesia (Papua Barat dan Sulawesih). Dari 76 jenis ikan pelangi yang ditemukan di dunia, ikan pelangi Papua yaitu kurumoi (melanotaenia parva) memiliki warna yang sangat indah dan sangat populer serta telah diperjualnbelikan hingga ke mancanegara. Untuk itu, demi menggiatkan komersialisasi sektor kelautan dan perikanan, termasuk industri ikan hias, KKP membentuk sentra-sentra ikan hias nasional diberbagai daerah. Sehingga masyarakat pembudidaya ikan hias siap memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Karena sebagian besar pemenuhan pasar saat ini masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam.

Atas usahanya dalam menghasilkan paket teknologi dan inovasi bagi para masyarakat perikanan, Balitbangdias berhasil meraih rekor MURI Dunia sebagai satu-satunya lembaga di dunia yang berhasil membudidayakan ikan pelangi diluar habitat aslinya. Selain penyerahan sertifikat MURI, dilaksanakan pula penobatan Duta Ikan Hias, yaitu Offie Natali. Peluncuran buku yang berjudul Ikan Hias Air Tawar Untuk Ekspor juga dilaksanakan. Buku karya Darti Setiyani ini sebagai panduan pengelelolaan dan standarisasi untuk para pelaku usaha ikan hias.  REIKKA 2014 dihadir oleh Kepala Balitbang KP, Kepala Puslitbang Perikanan Budidaya Ikan Hias, Pejabat KKP, Walikota Depok beserta jajarannya, Perhimpunan Ikan Hias Indonesia, Penyuluh, pembudidaya, akademisi, eksportir, dan siswa serta masyarakat. (olas)