Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 3 November 2014
Senin, 3 November 2014, Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Shomad, MA menghadiri acara santunan Yatim dan Dhuafa Kelurahan Jati Mulya, dilapangan Irekap Cilodong. Acara santunan Yatim dan Dhuafa ini, merupakan acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun, pada tanggal 10 Muharam. LPM dari Kelurahan Jati Mulya mempunyai ide untuk menyelenggarakan acara ini.
Ketua Panitia Penyelenggara Adi Sugandi dalam laporannya, mengatakan “ bahwa sumber dana dalam penyerahan santunan ini adalah berasal dari dana yang dihimpun dari Donatur se-Kelurahan Jati Mulya, dari Majlis Ta`ilim se-Kelurahan Jati Mulya, Cilodong Depok. Ada 158 anak Yatim, dan 208 Janda yang akan menerima santunan. Setiap Yatim menerima santunan 350 rb, dan Janda menerima santunan 100 rb. Adapun total dana yang terkumpul adalah 77 Jt, 372 rb, dan uang yang tersisa sekitar 1 juta 272 rb, dana yang tersisa akan digunakan untuk mengcover yatim atau dhuafa yang belum terdaftar. Tujuan dilakukan acara ini adalah untuk membantu para Yatim dan Dhuafa di Kota Depok, khususnya di Kelurahan Jati Mulya. Karena 10 Muharam Umat Islam disunnahkan memulyakan anak yatim. Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial sebagai sesama manusia, semoga kita semua diberikan keberkhan melalui acara ini, ”tuturnya.
Hadir dalam acara ini, Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Shomad, MA, Unsur Muspika, Perwakilan Kelurahan Jati Mulya, Sekcam Cilodong, Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, LPM, dan para penerim santunan, serta hadirin lainnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Depok KH, Idris Abdul Shomad, MA dalam sambutannya, mengatakan “Kami sangat mengapesiasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan atau acara yang mulia ini. Pemberian santunan kepada Yatim dan Dhuafa, juga merupakan bagian dari pembangunan bangsa. Karena anak-anak yatim merupakan aset bangsa, generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan oleh sesama masyarakat sesama, manusia. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka adalah SDM yang harus dikembangkan disayangi, dan mempunyai hak yang sama untuk sukses. Kepada para anak yatim, jangan lah pernah rendah diri, dan jangan minder, semangat, berusaha dan berdoa untuk kesusksesan masa depan.
Kegiatan santunan juga sebagai salah satu cara untuk membantu mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu, semoga melalui mereka akan keluar doa dan harapan kepada para pemimpin bangsa, kepada para pemberi santunan (donatur), kepada bangsa dan negara Indonesia agar terus maju dan sejahtera.
Sejarah cerita, mengapa 10 Muharam banyak dikatakan sebagai lebaran anak yatim adalah, untuk mengapresiasi dan selalu mengingat Keikhlasan 2 anak Yatim, bernama Sahal dan Suhel yang merelakan tanah nya untuk dijadikan atau diwakafkan untuk pembangunan Masjid Nabawi. Oleh karena itu, kita disunahkan memulyakan anak yatim pada tanggal 10 Muharaam. Meskipun tanggung jawab kita membantu sesama adalah setiap saat dan dimanapun.
Semoga santunan yang diberikan kepada para Yatim dan Dhuafa dapat bermanfaat, dan digunakan sebaik-baiknya. Semoga melalui acara ini kita semua memperoleh keberkahan dari Allah SWT,”tuturnya. (Endang)