Siaran Pers

Jangan Pernah Lupakan Orang-Orang Yang Telah Menghantarkan Kita Pada Kesuksesan

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 19 May 2014
  • Waktu: 03:11 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Senin, 19 Mei 2014
 

   

Mengawali aktivitas hari ini, Wakil Walikota Depok H. M Idris Abdul Shomad mengikuti upacara di SMAN 1 Depok. Disana, Wakil kota Belimbing menjadi pembina upacara, Senin (19/5) pagi. Turut hadir dalam upacara dari Dinas Pendidikan, Bapak H. Achmadi, Kepala Sekolah SMAN 1, Ahmad Zarkasih beserta para guru dan muridnya. Awali sambutan, Wakil Walikota mengucapkan HUT ke-37 untuk SMAN 1 Depok. Semoga SMAN 1 semakin dapat menampakan kualitas anak-anak didiknya.

Dalam kesempatan itu, Wakil kota Belimbing sempat bercerita tentang sebuah kisah perjalan hidup seseorang, sebut saja namanya Jon. Jon merupakan anak yang berprestasi dari SD hingga Perguruan Tinggi. Prestasinya tidak hanya dibidang akademis, tetapi juga skill, olahraga, dan seluruh bidang yang ia geluti. Saat melamar kerja disebuah prusahaan ternama, Jon disuruh mengurlurkan tangan oleh Direktur Utama (Dirut) perusahaan tersebut. Dirut tersebut bertanya tentang siapa yang membiayai pendidikannya hingga menjadi sarjana. Jon bercerita bahwa saat SD yang membiaya adalah ayahnya. Namun, dari SLTP hingga Perguruan Tinggi adalah ibunya, karena ayahnya telah tiada dan ibunya bekerja sebagai jasa pencuci pakaian.

Setelah mendengar cerita dan melihat tangan Jon yang begitu halus, Dirut tersebut menyuruh Jon pulang dan mencuci tangan ibunya. Jon sempat merasa aneh, apa hubungan melamar kerja dengan mencuci tangan ibu. Namun, Jon tetap melakukan apa yang ditugaskan oleh Dirut tersebut dengan harapan bisa diterima kerja. Ketika mencuci tangan sang ibu, Jon melihat dan merasakan begitu kasarnya tangan tersebut, nahkan banyak bekas luka disana. Hal itu dikarenakan karena berpuluh-puluh tahun ia bekerja sebagai pencuci baju demi kemajuan anaknya. Tanpa disadari, Jon pun meneteskan air mata dan menangis tersedu. Keesekon harinya, Jon kembali dipanggi oleh Dirut tersebut dan disuruh menceritakan pengalaman mencuci tangan sang ibu. “Aku bisa berprestasi seperti ini kareana ada orang yang paling berjasa dibelakangku, yaitu ibu” ujar Jon.

Wakil Walikota mengatakan, terkadang, ketika kita sudah berprestasi dan berhasil, kita lupa siapa yang menghantarkan kita dalam posisi ini. Untuk itu, Saya menceritakan hal tersebut, agar kita bisa membangun moralitas, terutama rasa saling menghargai , apalagi bagi orang-orang yang tidak seharusnya terlupakan. “Saya juga sering mengibaratkan cerita tersebut dengan jam dinding, dimana dalam jam dinding hanya jarum panjang dan jarum pendek saja yang terlihat. Padahal ada elemen-elemen yang berjalan agara jarum tersebut dapat bergerak dan terlihat. Dan kita sering melupakan hal itu. Semoga apa yang tadi Bapak ceritakan, dapat menjadi inspirasi bagi kita, agar kita selalu ingat orang-orang yang berjasa dalam hidup kita, apalagi orang tua” harap Idris Abdul Shomad.

Ditahun 2045, Indonesia mencapai tahun keemasannya, yaitu 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu, adik-adik yang akan memegang kepemimpinan bangsa dan negara ini. “Adik-adik adalah calon pemimpin bangsa dimasa mendatang. Kalian boleh mencaci maki pemimpin yang korupsi saat ini, tapi ditahun mendatang, kita berharap, kita dapat tersenyum lebar dan bahagia karena melihat kalian menjadi pemimpin bangsa yang mempunyai moralitas tinggi dan berakhlak mulia. Sesukses apapun kita, jangan pernah lupakan orang-orang dibelakang kita” pesan Wakil Walikota. (olas)