Siaran Pers

Wakil Walikota Depok Kunjungi Warga Penderita Hidrosefalus di Kelurahan Krukut

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 01 Nov 2014
  • Waktu: 03:32 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum'at, 31 Oktober 2014


Hari ini, Jum'at (31/10/2014) Wakil Walikota Depok, KH. Dr. M. Idris Abdul Shomad, M.A, mengunjungi 2 warga penderita penyakit Hidrosefalus (hydrocephalus). Mereka adalah Davina Safania Zahra, balita berusia 2 tahun 4 bulan, anak pertama pasangan dari Subur dan Wiwin dan Muhammad Chaerul Bayhaqi, balita berusia 1 tahun 4 bulan, anak keempat dari pasangan M. Imron dan Maryati. Keduanya merupakan warga RT 01 RW 02 Kelurahan Krukut Kecamatan Limo Depok.

Hidrosefalus (hydrocephalus) adalah keadaan dimana terdapat banyak cairan di otak, yaitu pada ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Cairan ini disebut sebagai cairan serebrospinal atau cerebrospinal fluid (CSF). CSF adalah cairan bening yang lazim mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Hidrosefalus bisa terjadi sejak seseorang dilahirkan atau muncul setelah terkena cedera atau sakit.

Pada kasus Davina, ia telah diduga menderita hidrosefalus sejak setahun yang lalu dan sempat dirawat di RSUP Fatmawati, namun dikarenakan peralatan yang belum cukup memadai Davina kemudian dirujuk ke RSCM. Di sana Davina kemudian dioperasi untuk pemasangan selang pada kepala untuk mengalirkan cairan ke pencernaanya. Wiwin menuturkan bahwa selepas operasi dirinya tidak melakukan kontrol secara rutin untuk Davina karena permasalahan administrasi Jamkesda yang tidak kembali diperbaharui. Berbeda dengan Chaerul, penyakitnya telah terdeteksi sejak ia masih dalam kandungan, sehingga keluarga terus memonitori perkembangan Chaerul dengan jaminan Jamkesda pula.

Idris merasa sangat iba atas kondisi dua bocah malang ini. Ia kemudian mengendong keduanya dengan kasih sayang dan sempat membacakan doa untuk kesembuhan Davina dan Chaerul. "Saya ikut berduka. Ini adalah musibah dari Tuhan. Namun kita juga harus ikhtiar untuk kesembuhan anak kita. Kami dari pemerintah hanya bisa memfasilitasi namun perlu ada kerja sama dari pihak keluarga terkait masalah administrasi dan lain-lain. Sehingga mediasi yang dilakukan bisa berhasil dan berjalan dengan lancar", jelas Idris.

Idris meminta kepada keluarga agar terus melakukan kontrol secara rutin untuk mengecek kondisi selang yang sudah tertanam di kepala Davina. Masalah Davina memang diakui lepas dari kontrol pemerintah karena jaminan Jamkesda orang tua Davina tidak terdaftar di Kelurah Krukut malainkan ci Cinere. "Untuk masalah administrasi Jamkesda Davina kami sudah membantu secara khusus dan sudah dialihkan ke Krukut", ungkap Idris. Pasangan Nur Mahmudi ini juga menambahkan bahwa nantinya akan mencoba mengajukan permohonan secara khusus untuk pengobatan Davina ke BPJS walau sampai saat ini belum dapat diterima. "Kita akan mengajukan ke BPJS. Namun belum berhasil. Semoga ada kebijakan dari Walikota untuk membantu", harapnya.

Sebelum beranjak dari kediaman Davina, Idris menyerahkan sejumlah bantuan dana kepada orang tua Davina dan Chaerul. "Semoga ini bisa membantu pengobatan dan keduanya bisa cepat sembuh", tutupnya. (Od)