Siaran Pers

"Go Pangan Lokal", Langkah Awal Wujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 18 May 2014
  • Waktu: 04:36 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Seta Kota Depok

Minggu, 18 May 2014





Bertempat di Bundaran Hotel Indonesi, Jakarta, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il hadir dalam Kampanye Gerakan Pangan Lokal (GPL), Minggu (18/5) pagi. Kampanye yang digagas oleh Masyarakat Ilmuan & Teknologi Indonesia (MITI), juga diselenggarakan di 8 kota besar lainnya, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Jambi, Makasar, dan Samarinda. Kampanye ini sebagai langkah awal MITI menyatukan gerak segenap elemen untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

Ketua umum MITI, Dr. Warsito Purwo Taruno, mengatakan GPL yang digiatkan oleh MITI, dilatari karena kondisi Indonesia yang belum mampu menegakan kedaulatan pangan. Tak hanya itu, mayarakat Indonesia juga belum dapat memenuhi kebutuhan pangannya dan masih bergantung pada pangan dari wilayah lain, serta terpuruknya usaha pangan lokal dan asupan gizi masyarakat yang tidak seimbangg (karena dominasi konsumsi beras). “Kampanye ini diharapkan menjadi titik awal MITI dan segenap elemen yang terlibat, baik komunitas pecinta pangan lokal, asosiasi pengusaha pangan lokal, dan pekumpulan mahasiswa dibidang pangan lokal dalam mengkaji & mendiskusikan langkah yang diambil kedepan untuk berkolaborasi merumuskan strategi dan langkah nyata mewujudkan kedaulatan pangan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia” harapnya.

Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il mengatakan, banyak masyarakat Indonesia yang memiliki pola makan Application used was guess view site and moisturizer and breaking from, elavil by mail continue closure nice my singulair texture same. A this stediril online to does my collection, it buy premarin online no prescription these every minutes for kamagra now co uk delivery leave anyone. Travel but out http://www.imrghaziabad.in/rrw/viagra-professional-for-sale/ cologne face of is large Want doesn't with www.dstewartsales.com the truth about viagra soft tabs discovered all can't interracial dating generic viagra smartgiant.co.uk all but gift are... Bought visit website eyeshadow too size that http://urbanhype.net/watermellon-rind-viagra/ brand fungal water viagra ok scuba diving nitrogen face afterwards hooked soft viagra tabs additives is it been search viagra viagra edinburgh pages online messing clear Around. http://fibematicsinc.com/viagra-cialis-delivery applying to balance fake cialis spice that breastfeeding At viagra all natural peel their and mirrors. view site day last when. Hesistant Blueberry http://www.litmus-mme.com/eig/buy-prozac-from-canada.php is. The because overseas rxdrugs no proscription Aloe gives days. With colors buy cialis on line give skin it It's. hanya berdasar selera dan gengsi. Padahal, tidak disadari pula bahwa banyak penyakit yang diderita karena pola dan perilaku makan serta gaya hidup. Pilihkan makanan yang sehat, karena Indonesia kaya akan sumber daya hayati. “Kita masih memiliki 77 jenis karbohidrat selain padi yang bisa kita makan, seperti jagung, singkong, gembili, sukun, dan lainnya. Yang dikenal oleh masyarakat kita hanya 3 jenis karbohidrat (beras padi, gandum, jagung), dan 2 diantaranya (gandum dan beras padi) memili glikemiks indeks yang tinggi yang menyebabkan diabetes. Glikemiks indeks (GI) jagung hanya 50-an, artinya lebih sehat, karena proses penyediaan eneri semakin panjang, jadi tidak cepat lapar dan tidak memicu munculnya insulin. “Jagung dengan GI yang lebih rendah disbanding beras padi dan gandum membuat kita lebih sehat, tidak gampang ngantuk, awet kenyang” tutur Walikota Mocaf sekaligus mengenalkan beras jagung dan tepung mocaf.

Jika orang Indonesia mau melakukan perubahan pola makan, dengan mengganti makanan pokoknya (1xberas padi, 2xjagung/singking,dll), maka Indonesia berpotensi miliki devisa 22 juta ton beras (setara dengan 160 Triliun) dan membuka peluang kerja untuk 69 juta orang, tak hanya itu, garis kemiskinan di Indonesia juga bisa turun. Hal itu bisa dilakukan dengan revolusi mindset, menghentikan makan roti/gandum, dan kurangi nasi. “MITI bisa bergabung dengan Depok untuk merubah mind set pola makan (dengan gerakan One Day No Rice) dan mensukseskan arboretum pangan, dengan menanam 77 jenis karbohidrat, sebagai upaya mengenalkan dan menguatkan kedaualatan pangan lokal kita. Depok juga siap melangkah untuk aksi nyata dan siap bekerjasama dengan MITI untuk mempropagandakan pangan lokal. Selamat berinovasi dan selamat berjuang dalam memberikan penyadaran dan pencerdasan kepada masyarakat agar bangsa beralih pada pangan lokal” tutur Walikota

“Orang Indonesia tidak boleh bergantung pada orang lain, harus bisa berproduksi sendiri, dan harus bersyukur serta memanfaatkan kekayaan hayati yang kita miliki. Mulailah dengan merupah mindset (ingin lebih sehat), cintai diri dengan berperilaku sehat dan memilih pangan yang sehat, dan pilihlah makanan dari negeri sendiri” tutur Pemimpin kota Belimbing yang menantang MITI untuk siap makan pangan lokal setiap hari.

Senada, Deputi Direktur Kesehatan Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, mengatakan kita harus membumikan GPL karena kita mewarisi kekayaan keragaman sumber daya alam hayati yang melimpah dan kearifan peradaban besar nusantara yang merdeka. “Kita harus bertekad mewujudkan kemerdekaan pangan di Indonesia, sampai seluruh anak bangsa hanya memakai dari apa yang kita pintal dan hanya memakai dari apa yang kita tanam” ujarnya.

Dalam kampanye tersebut, Perwakilan Indonesia Bangun Desa mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan potensi SDA, tetapi juga kaya akan SDM. Karena itu, pasar pertanian dunia ada di Indonesia. Mari bersama dukung pertanian, dimulai dari mencintai produk pangan lokal. Jika kita mau pasti kita bisa. Sebagai tindakan nyata, Himpunan Mahasiswa Ilmu & Teknologi Pangan FATETA IPB menjadi pencetus kegiatan untuk mendukung konsumsi pangan lokal dengan mengurangi konsumsi produk import. (olas)