Siaran Pers

Walikota Tebarkan 50 Ribu Ekor Ikan Untuk Kolam Bio Indikator di Balaikota Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 21 Oct 2014
  • Waktu: 03:44 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Selasa, 21 Oktober 2014

Selasa, 21 Oktober 2014, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc menebarkan 50 ribu ekor ikan untuk mengisi kolam bio Indikator di Balaikota Depok. Sungai yang melintas di halaman Balaikota Depok menjadi kolam bio Indikator, sungai ini terhubung dengan sungai Cabang timur dari Cipayung dan Setu puspa. Kolam Bio Indikator ini dibuat untuk menjadi indikasi jika terjadi pencemaran air sungai, juga untuk menambah nilai estetika dan wisata, baik bagi aparatur Pemkot Depok ataupun masyarakat yang berkunjung ke Balaikota. Dikatakan sebagai indikator untuk mendeteksi pencemaran, karena jasad hidup berupa ikan ini, akan mati, jika ada zat atau partikel berbahaya yang mencemari sungai yang melintas disini. Walikota didampingi Sekretaris Daerah Kota Depok Hj. Etty Suryahati, Msi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Depok Abdul Haris, Kepala BLH Kota Depok Wijayanto, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan Anjang Bangun Prasetio, M. P, dan perwakilan OPD. Turut hadir pula, anak sekolah, LSM, RT, RW, Camat, Lurah, dan hadirin lainnya.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan Anjang Bangun Prasetio, M. P mengatakan “Monitoring kualitas air sungai, dan menjaga kebersihan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, namun juga tanggung jawab seluruh warga negara. Ide membuat kolam bio Indikator ini adalah sangat baik, untuk mengkontrol lingkungan, khususnya kualitas air sungai. Semoga kolam bio indikator ini dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Semoga bio indikator ini, dapat menditeksi apabila ada cemaran-cemaran air, di sungai yang melintas di sini. Karena untuk cemaran air yang tidak terlihat dapat terindikasi atau terlihat apabila ikan-ikan ini mati.

Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc mengatakan “Kolam bio indikator ini, juga merupakan wujud komitment Pemerintah Kota untuk terus melakukan dan mengajak masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, dalam hal ini sungai. Mengajak masyarakat agar menerapkan PHBS, membuat sampah menjadi zero waste, memastikan bahwa sisa residu benar-benar dibuang ke TPA. Karena dengan kolam bio Indikator dengan 50 ribu ikan ini, kita juga harus terus menjaga kebersihan sungai, yang airnya akan melewati sungai Balaikota, agar ikan yang merupakan pendeteksi pencemaran ini agar dapat terus hidup. Komitment ini, melibatkan banyak pihak, RT, RW, Camat, Lurah, Pelaku Business, LSM, Anak Sekolah, agar terus menjaga kebersihan sungai, membuang sampah pada tempatnya, dan memilah serta mengolah sampah. Kami menebarkan 50 ribu dengan 5 jenis ikan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Depok.
Pengawasan kita lakukan juga melalui kelurahan, yang membentuk satgas kebersihan, sanksi diberikan kepada pembuang sampah yang tertangkap, sampai adanya sanksi Tipiring. Kami juga terus melakukan intensifikasi terkait pengelolaan, penertiban, dan sosialisasi kembali Perda Persampahan Kota Depok. Kedepannya, mungkin akan dapat dikembangkan dengan pembuatan kolam bio Indikator di daerah lain, yang dekat dengan setu. Kami juga telah menebarkan bibit-bibit ikan sercara periodik untuk setu-setu di Depok untuk memberikan wisata kepada masyarakat, ikan-ikan tersebut dapat dipancing namun tidak boleh ditangkap dengan jala dan cara-cara yang negatif. Karena ikan tersebut disediakan untuk nilai estetika, menyediakan pilihan wisata bagi masyarakat Kota Depok khususnya, dan Indonesia pada umumnya, secara gratis,”tuturnya.

Beliau juga mengucapkan selamat atas dilantiknya, Presiden Republik Indonesia 2014- 2019 Bapak Ir. H. Joko Widodo, semoga Indonesia semakin maju dan semakin baik kedepanya. Harapannya adalah, semoga akan ada peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, Peningkatan perekonomian, peningkatan layanan kesehatan dan penambahan tenaga kesehatan, serta Pemerintah terus mendukung pelaku pelaku produksi produk dalam negeri, mengajak masyarakat agar terus menggunakan dan mencintai produk dalam negeri. (Endang)