Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum'at, 17 Oktober 2014
Setelah mengikuti proses penilaian dan melalukan ekspose pada bulan Agustus lalu, serta verifikasi lapangan yang telah dilakukan Tim Verifikasi lapangan Provinsi Jawa Barat pada bulan September, Jum'at, 17 Oktober 2014, akhirnya Kota Depok berhasil meraih penghargaan APN (Adikarya Pangan Nusantara) 2014. Penghargaan APN ini diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc dan kepada Walikota/Bupati lain yang berhasil menang dalam penilaian. Penghargaan APN ini diberikan bertepatan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-34 Tk. Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Gedung Sate Jawa Barat.Pemerintah Kota Depok berhasil meraih penghargaan Juara 1 APN Tk. Provinsi Jawa Barat Kategori Pembina. Selanjutnya Kota Depok akan mewakili Jawa Barat ke Tingkat Nasional dalam Kategori Pembina.
Pemerintah melalui Dewan ketahanan Pangan (DKP) menyelenggarakan pemberian “Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) Tahun 2014”. Penghargaan ini diberikan rangka mendorong semangat, kreativitas dan partisipasi masyarakat serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kedulatan, kemandirian dan ketahanan pangan.Penghargaan APN merupakan agenda tahunan yang akan diberikan Presiden Republik Indonesia (Pemerintah Pusat) sebelumnya dilakukan Tk. Provinsi. Penghargaan APN diberikan pemerintah kepada perseorangan atau kelompok masyarakat, aparatur pemerintah, dan pejabat pemerintah sebagai apresiasi terhadap upaya dan prestasi kerja yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan.Kategori penerima penghargaan dibagi menjadi lima, yaitu; Pelopor Ketahanan Pangan, Pemangku Ketahanan Pangan, Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Pelayanan Ketahanan Pangan dan Pembina Ketahanan Pangan.
Proses seleksi dan mekanisme usulan calon penerima penghargaan APN dilaksanakan secara berjenjang oleh DKP yang dikoordinasikan Sekretariat DKP di berbagai tingkatan mulai kabupaten/kota, provinsi dan pusat.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutannya mengatakan " Selamat Hari Pangan Sedunia, Semoga melalui peringatan HPS (Hari Pangan Sedunia ) ini dapat semakin memotivasi dan meningkatkan rasa syukur bahwa Jawa Barat masih menjadi penghasil pangan terbesardi Indonesia. Tema peringatan HPS ke- 34 tk Provinsi Jawa Barat mengusung tema " Pertanian Bio Industri Berbasia Pangan Lokal Potensial. Panhan dan Holtikutura. Pangan yang sehat sangatlah penting tidak hanya sekedar pangan, tetapi yang mandiri, berkualitas, dan berdaulat. B2SA (Bergizi, Berimbang, Seimbang dan aman ) sangat menjadi nilai penting dalam menyiapkan pangan, tak lupa pentingnya mengutamakan konsumsi pangan lokal yang dihasilkan dari negeri sendiri, untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat," tuturnya.
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma'il, MSc mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan Kota Depok dalam meraih juara 1 APN tk. provinsi Jawa Barat pada kategori pembina. "Saya mengucapkan rasa terimakasih kepada Dewan Ketahanan Pangan kota Depok yang telah berhasil memperkokoh dan meningkatkan management serta aspek yang sesuai dengan standart pelayanana minimum dalam hal ketersediaan pangan, cadangan, distrubusi, akses, keanekaragaman atau diversivikasi, inovasi, solusi kerawanan pangan, dan perhatian kepada keamanan . Aspek-aspek tersebut harus senantiasa diperhatikan. Hubungan daerah dengan supulier makanan dari luar Depok harus terus dibina untuj memastikan ketersediaan pangan di Kota depok, cadangan pangan harus kita miliki, agar berjaga -jaga jika terjadi kelangkaan pangan akibat musibah bencana alam misalnya, akses dan diatribusi juga harus terus di awasi dan di jaga agar dapat memininalisasi tingkat inflasi. Masyarakat Kota Depok harus dipastikan memperoleh pangan yang tidal hanya tersedia tetapi juga Aman, menganut B2SA.
Harapannya, Pemerintah Kota Depok dibantu seluruh element masyarakat harus bekerja keras merealisasikan konsep-konsep penganekaragaman pangan yang aman, dan mengapresiasi pangan-pangan lokal dari berbagai daerah. Semangat berinovasi dan melakukan kajian serta penelitian untuk mendapatkan sumber aneka pangan lokal yang bergizi seimbang dan aman harus terus ditingkatkan,"tuturnya. (Endang)