Siaran Pers
Humad dan Protokol Setda Kota Depok
Rabu, 14 Mei 2014
Wakil Walikota Depok H. M Idris Abdul Shomad, kembali blusukan untuk menjaring anak putus sekolah di Depok. Beberapa waktu lalu, blusukan dilakukan di Kecamatan Tapos, dan hari ini dilakukan di Kecamatan Cimanggis, Rabu (14/5). Sebelum blusukan, Wakil kota Belimbing menjadi pembina apel di UPT Pendidikan Cimanggis. Turut hadir Kepala UPT Cimanggis, Kepala Sekolah Negeri dan Swasta, Kapolsek, Koramil, Camat, dan Lurah se-Kecamatan Cimanggis.
Orang kedua di Depok ini mengatakan bahwa IPM kita tahun ini sudah memenuhi target, yaitu sekitar 80 dan masih tertinggi di Jawa Barat serta peringkat ke-3 di Indonesia. Kita harus berusaha untuk meningkatkan IPM. Penilaian krusial IPM adalah di bidang pendidikan salah satunya. Walau IPM kita sudah bagus, tak berarti meninggalkan persoalan pendidikan. Partisipasi murni untuk SLTA belum memenuhi target yang dicanangkan dalam RPJMD, karena baru sampai 16.,82%. Untuk SD, sudah hampir mendekati, yaitu sekitar 98% dan untuk SMLTP sudah 88%. “Ayo kita bersama menyelesaikan masalah anak yang putus sekolah, karena masih ada sekitar 7 ribu lebih anak putus sekolah di Depok” ajak Wakil kota Depok.
Usai Hari Pendidikan Nasional lalu, UPT dan Kepala Sekolah di Cimanggis telah mendata anakn yang putus sekolah (usia sekolah) dan warga yang belum memiliki ijazah hingga SLTA. “Dari data awal yang dihimpun, ada sekitar 200 anak putus sekolah di Cimanggis, dan itu belum termasuk warga yang tak berijazah. “Saat di Tapos, kami menemukan sekitar 10 orang ibu yang tidak tamat SD. Untuk itu, kami himbau kepada para orang tua yang memang belum bersekolah hingga SLTA, bisa daftar ke sekolah terdekat. Jangan merasa malu untuk belajar. Belajar tak mengenal umur” ujar Wakil Depok.
“Terima kasih kepada Dinas Pendidikan, UPT Pendidikan, Kepala Sekolah, Kecamatan, Kelurahan, dan stakeholder atas partisipas dan kontribusinya, untuk mensukseskan program penyelesaian anak putus sekolah. Ayo terus kita jaring sehingga mereka bisa mengikuti Kejar Paket. Dan perlu dipahami bersama, bahwa Kejar Paket tersebut juga harus belajar, tidak sekedar ikut tes/ujian saja. Ayo daftar ke sekolah terdekat dan semuanya gratis. Bila disekolah tersebut penuh, maka diperkenankan pula untuk belajar ditempat yang ditentukan bersama, dengan minimal 10 orang peserta didik” tutur Wakil Walikota yang sempat menceritakan pengalaman Fahri yang sempat putus sekolah. (olas)