Siaran Pers

Dinkes Depok Gelar Seminar Hasil Uji Pangan Jajanan Anak Sekolah

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 12 May 2014
  • Waktu: 06:50 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Senin, 12 Mei 2014

Seminar Hasil Uji Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dimotori oleh Seksi Pengawasan Obat dan Makanan Bidang Perbekkes POM Dinkes digelar di aula lantai 1 Balaikota, Senin (12/5) pagi. PJAS memegang peranan strategis karena merupakan sumber asupan gizi penting bagi anak sekolah. PJAS sering dikonsumsi oleh anak sekolah. Sebanyak 48% responden memiliki frekuensi jajan sering/selalu yaitu 4 kali per minggu. Sedangkan 51% siswa kadang-kadang jajan dalam seminggu. Hanya 1% siswa yang tidak pernah jajan (monitoring dan verifikasi profil PJAS Nasional, 2009).

Wakil Walikota H. M Idris Abdul Shomad mengatakan makanan dan gizi merupakan asupan utama untuk terwujudnya kesehatan manusia. Dengan asupan makanan yang baik, kualitas, kuantitas dan keragamannya, niscaya manusia dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal. “Kenyataannya pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Penelitian tentang sekolah sehat yaitu pada 640 SD di 20 Provinsi yang diteliti sebanyak 40% belum memiliki kantin. Sementara dari yang telah memiliki kantin (60%) sebanyak 84,30% kantinnya belum memenuhi syarat kesehatan” tutur Wakil Walikota seraya menambahkan pemerintah pusat dan daerah juga berperan dalam pengawasan keamanan pangan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 2004 tentang mutu dan gizi pangan.

“Kegiatan ini merupakan titik tolak penting dalam menggiatkan upaya dan pembinaan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Upaya ini sangat penting mengingat anak sekolah merupakan tunas bangsa yang berharga bagi kejayaan negara. Sebagaimana kita ketahui bahwa pembentukan kualitas SDM sejak masa sekolah akan mempengaruhi kualitas pada saat mereka mencapai usia produktif. Pangan jajanan memegang peranan yang cukup signifikan terhadap asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah. Hasil survei menunjukkan bahwa 36% kebutuhan energi anak sekolah diperoleh dari pangan jajanan yang dikonsumsinya” papar Wakil kota Depok.

Di Kota Depok, Dinas Kesehatan telah memiliki kegiatan tentang Keamanan Pangan sejak 2006 dan terus dikembangkan sesuai peresmian oleh Wakil Presiden yaitu Gerakan menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah. Program Keamanan Pangan pada hakekatnya adalah program preventif yang banyak ditentukan oleh perilaku individu. Perubahan perilaku adalah proses yang tidak sederhana. Perubahan perilaku tidak mungkin terjadi dengan satu kali paparan, paparan yang terus menerus, efektif dan efisien baru akan bermanfaat dalam merubah perilaku seseorang. Oleh karena itu, diperlukan program keamanan pangan yang cerdas. Pendekatan yang efektif dan efisien dapat dilakukan melalui pendekatan promosi keamanan pangan dan hal ini perlu menjadi perhatian semua elemen baik itu dinas terkait, sekolah, orang tua, produsen pangan dan masyarakat.

“Seminar ini diharapkan akan melahirkan komitmen dari pihak sekolah untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap pangan jajanan yang ada di sekitar sekolahnya, sehingga selain peningkatan mutu pendidikan juga meningkatkan mutu dan kualitas sekolahnya dengan memasukan program-program kesehatan bagi siswa/i disekolahnya, yaitu melalui kegiatan Kantin Sehat dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sehingga dapat menjadi benang merah bagi kegiatan Sekolah Sehat yang merupakan indikator dari program Depok menuju Kota Sehat” harap Wakil Walikota yang juga berharap seminar ini juga akan melahirkan sinergitas antara pemerintah (OPD terkait), produsen dan masyarakat/konsumen dalam menjaga dan meningkatkan keamanan pangan di Kota Depok yang dimulai dari pangan jajanan anak sekolah. (olas)