Siaran Pers

Lomba Tradisonal Sebagai Tonggak Pemicu Semangat Membangun Depok

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 22 Aug 2014
  • Waktu: 10:00 WIB
Siaran Pers

Humas dan Protokol Setda Kota Depok

Jum’at, 22 Agustus 2014

Suasana HUT ke-69 Kemerdekaan RI masih terasa hangat di Depok. Seperti yang terjadi pagi ini, Jum’at (22/08/2014), berbagai kegiatan lomba digelar di lapangan Balaikota untuk memeriahkan HUT ke-69 Kemerdekaan RI. Seluruh aparatur Pemkot, termasuk Walikota dan Sekretaris Daerah beserta Kepala OPD dan para Camat terjun ke lapangan bergabung bersama seluruh aparatur. Lomba diawali dengan senam bersama dan sarapan sehat dengan aneka menu yang berbahan dasar non beras dan non terigu. Sarapan sehat yang dikenal dengan Jum’at Berbagi, menghidangkan berbagai menu, diantaranya bihun jagung goreng, pecel, bubur kacang hijau, singkong dan pisang rebus, combro, dan tempe orek.

 Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il menuturkan kegiatan hari ini merupakan bagian dari ekspresi PNS untuk menunjukan rasa suka cita, kekompakan, dan kehangatan silaturahmi. “Mereka ingin mengekspresikan rasa gembira dan kebersamaan melalui olahraga, lomba/permainan tradisional. Kegiatan ini bukan malah merendahkan kualitas bangsa, karena hanya tarik tambang atau makan kerupuk, tetapi bertujuan untuk energi yang terfokus pada kebersamaan, “ tuturnya.

Kagiatan yang diadakan hari ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak. Lomba-lomba ini tidak hanya sekedar permainan semata, karena memiliki filosofi dan makna dalam setiap perlombaan. Seperti halnya lomba tarik tambang, yang bermakna persatuan dapat membantu mengalahkan lawan. Makna lain tarik tambang adalah bagaimana upaya menggapai suatu tujuan harus melalui tarik ulur secara keras. Terkadang tambang bergeser ke kiri-kanan untuk menuju satu tujuan kemenangan. Tim yang kompak dan strategi yang tepat akan mampu menarik tambang dengan mantap. Hal itu ditunjukkan dalam persatuan bangsa untuk menarik “tambang” kemerdekaan secara bersama-sama dari tarikan tambang penjajah.

Begitu juga dengan lomba-lomba yang lain yang tentunya memiliki makna. “Dengan perkembangan jaman yang telah menghadirkan permainan yang berbasis teknologi, diharapkan kita semua (terutama para generasi penerus bangsa), untuk tidak melupakan/menghilangkan lomba/permainan tradisonal yang memiliki makna. Bisa terlihat tadi, kita yang sudah dewasa saja masih mengenang dan menikmati lomba/permainan tradisional. Karena dengan begitu, kita bisa memupuk dan meningkatkan rasa kebersamaan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dinikmati dan dimaknai sebagai tonggak untuk memicu semangat kesuksesan dalam pembangunan di kota Depok,” harap Pemimpin Kota Belimbing usai mengikuti lomba tarik tambang. Tak hanya tarik tambang, lomba lain yang digelar antara lain, makan kerupuk, masukan belut dalam botol, menggiring kelereng, dan lain sebagainya. (olas)