Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Jum`at, 15 Agustus 2014
Jum`at, 15 Agustus 2014 Bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Depok Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Depok Masa Sidang II Tahun Sidang 2014 Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-69 dan Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Tahun 2014 dilaksanakan. Hadir dalam acara ini Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Sekretaris Daerah, Para Anggota DPRD Kota Depok, Para Kepala OPD, Camat, Lurah, Unsur Muspida, Kepala Instansi Vertikal di Kota Depok, Media, LSM, Paduan Suara dari SMA N 3 Depok, dan hadirin lainnya.
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma`il, MSc, Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Unsur Muspida, Pimpinan Instansi Vertikal duduk bersama untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia.
Dalam Pidato nya Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan beberapa hal yaitu:
“ Presiden meminta maaf atas kesalahan atau kehilafan selama kepemimpinannya. Memperingati HUT RI ke -69 Kemerdekaan Republik Indonesia kita harus mengingat jasa –jasa para pahlawan dan segala sikap positif, semangat dan nasionalisme para Pahlwan Kemerdekaan. Saat ini Indonesia masuk 10 besar dalam ekonomi dunia. Dan pada abad 21 ini, menjadi kelas menengah tersebar di dunia.
3 Konsentrasi yang terus dilakukan yaitu: Pembangunan Demokrasi, Penegakan Keadilan, dan Kesejahteraan Rakyat. Pemilu di Indonesia telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Marilah bersama-sama mengawal proses keputusan MK agar berjalan aman dan damai. Semoga demokrasi berjalan dapat menyuarakan aspirasi masyarakat dan bukan pertarungan politik. Kualitas Demokrasi di Indonesia harus terus dijaga, begitu pula dengan keadilan.
“Mari bersama perangi Korupsi, keadilan harus ditegakkan, tidak ada yang kebal hukum !, tidak ada tebang pilih terhadap pelaku korupsi. Reformasi hukum merupakan tantangan terberat .
Terkait pembangunan di Indonesia harus terus dilakukan dengan adil dan merata. Pecepatan pembangunan dan perhatian terus dilakukan kepada Papua, Papua Barat dan Aceh.
Kemandirian ekonomi yang signifikan telah terlaksana di Indoensia. Indonesia tidak di dikte oleh IMF.
Perhatian terhadap desa di seluruh Indonesia akan diberikan 1 M pertahun untuk Pembangunan. Sementara itu perhatian di bidang Pendidikan adalah salah satunya program beasiswa untuk siswa dari keluarga tidak mampu, yaitu Bidik Misi, yang telah menjaring 220 ribu siswa.
Perhatian Indonesia, dan rasa prihatin juga ditunjukan terhadap peristiwa MH 17, konflik timur tengah, dan ancaman virus ebola, “tutur Presiden.
Ini adalah kesempatan terakhir Beliau pada masa akhir jabatan sebagai Presiden untuk dapat membacakan pidato kenegaraan Jelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara BerkeTuhanan bukan negara Agama, berhati- hati lah terhadap penyebaran ISIS, terus perteguh keimanan dan persatuan serta kesatuan bangsa.
“ Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera”. (Endang)