Uncategorized

Kenakan koleksi WILD WEST (JAVA), Wali Kota Bersama Ketua Dekranasda Kota Depok Meriahkan Fashion Show KKJ - PKJB 2024

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 30 Jun 2024
  • Waktu: 13:29 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Bunda Elly Farida turut memeriahkan gelaran Fashion Show rangkaian acara Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) Tahun 2024.

Fashion show mengusung tema "Wastra Local Goes To International" atau “Produk Lokal Menembus Pasar Global” digelar bertepatan dengan penutupan KKJ - PKJB 2024, Minggu (30/06/2024) di Trans Convention Center, Kota Bandung.

Wali Kota Depok bersama Ketua Dekranasda Kota Depok tampil memukau mengenakan kostum koleksi WILD WEST (JAVA). Kostum tersebut merupakan peleburan dari dua budaya yaitu Indonesia dan Amerika Serikat .

“Kostum yang kami kenakan ini terinspirasi dari pakaian budaya tradisional benua Amerika pada era WILD WEST yang terkenal dengan Koboi,” tutur Wali Kota usai tampil dalam ajang Fashion Show.

Dominasi warna pada kostum yang dikenakan sesuai dengan warna bendera Amerika yaitu merah, biru dan putih. Serta menggunakan Wastra Indonesia Batik Depok yang modern dan minimalis dengan motif belimbing yang mirip bintang pada bendera Amerika Serikat, dimana mewakili budaya Amerika yang bebas dan terbuka.

Kostum Koboi sendiri didesign oleh designer lokal Kota Depok, Ning Santoso dengan brand Dhecantique dan Eka Dwi Adrianie dengan brand Dots Indonesia.

Pemimpin Depok menuturkan konsep yang diangkat tidak meninggalkan budaya asli Indonesia terutama Depok sebagai bagian dari Jawa Barat. Dengan kombinasi lilitan sarung sarung tenun Majalaya mewakili kearifan lokal Kota Depok.

Koleksi juga dipercantik dengan kerajinan macrame perajin Depok yaitu Nafara Craft, untuk membuat kesan Wild West menjadi lebih kuat. 

“Koleksi Wild West (JAVA) yang ditampilkan dalam fashion show ini berkesan modern, berani dan out of the box tanpa melupakan akar budaya bangsa Indonesia,” tandas Mohammad Idris.