Uncategorized

Buka Sosialisasi Pendidikan Politik Pemilih Pemula, Wali Kota : Jadilah Pemilih Cerdas

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 07 Nov 2023
  • Waktu: 08:48 WIB
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok melakukan Sosialisasi dan Pendidikan Politik bagi pemilih pemula ke sejumlah SMA di Kota Depok. Setidaknya ada 10 sekolah yang akan disambangi dengan kuota setiap sekolah sebanyak 100 peserta. Kegiatan Sosialisasi kali ini dilaksanakan di SMAIT Tunas Bangsa, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Selasa (07/11/2023).

Melalui tema Peningkatan Partisipasi Pemilih Pemula dan Pemahaman Berdemokrasi Menuju Pemilu Serentak Tahun 2024 diharapkan sosialisasi dapat membangun kesadaran pemilih pemula dalam berkontribusi menyukseskan pemilu.

Seperti yang diketahui bahwa berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 terdapat 1,3 juta pemilih di Kota Depok dan sebanyak 36 persen merupakan pemilih yang berusia 17 tahun atau pemilih pemula.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Depok Mohamamd Idris berpesan kepada para pemilih pemula untuk menjadi pemilih yang cerdas.

“Suksesnya pemilihan umum ini tergantung dari partisipasi masyarakat semua. Lihat dan kenal calon-calonnya, jangan memilih kucing dalam karung. Lihat latar belakang pendidikannya, track recordnya, latar belakang keluarga, dan lainnya,” ungkapnya

“Jadilah pemilih yang cerdas. Kepemimpinan yang akan datang baik tidaknya bergantung pada adik-adik semua,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny berharap kepada pemilih pemula yang berkesempatan mengikuti kegiatan sosialisasi agar dapat mensosialisasikan kembali materi yang telah didapat kepada teman yang lainnya.

Dirinya mengatakan ada mekanisme sosialisasi lain yang akan dilakukan yaitu melalui kegiatan “Senandung Pemilu Damai” yang akan digelar Bakesbangpol Kota Depok pada tanggal 26 November 2023 di Alun-alun Kota Depok.

“Kami akan mengumpulkan 1000 pemilih pemula pada tanggal 26 November nanti agar mereka diberikan edukasi terkait dengan pemilu. Saat ini yang paling penting Gen Z ini bisa menjadi voter atau pemilih, jangan sampai golput atau antipati,” terang Lienda.

“Pemuda harus diedukasi dari awal, mereka berkontribusi dalam menentukan masa depan bangsa,” tandasnya.