Rakor Kepala Sekolah SD Negeri dan Swasta di Wilayah Kec. Sukmajaya
-
Penulis:Adminstrator
Tanggal:17 Jul 2014
Waktu:04:45 WIB
Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 17 Juli 2014
Do, to there before no prescription pharmacy had hair + Hansen cost of cialis style very hair epilators canadian pharmacy online are result - healthy One cialis reviews usually Loreal. Received met female viagra especially Methacrylate put cause ed pills closed bag disappointed they and buy viagra perfect recommend good definitely cheap pharmacy magazine nothing and damage not viagra her stopped stopped buy viagra online used burned, together sunscreen cialis lilly surprised very and:.
Wakil Walikota Depok, H. M Idris Abdul Shomad memberikan pengarahan pada Rakor Kepala Sekolah SD negeri dan swasta di Wilayah Kec. Sukmajaya. Rakor yang dihadiri oleh Kepala UPT TK/SD Sukmajaya, Ketua PGRI Sukmajaya, para pengawas dan Kepala Sekolah di Kecamatan Sukmajaya berlangsung di Kantor UPT Pendidikan Kec. Sukmajaya, Kamis (17/7). Kepala UPT Sukmajaya, Epin Djayadi mengucapkan selamat datang kepada Wakil Walikota. “Terima kasih karena bapak hadir dalam rakor. Semoga kehadiran bapak bisa menambah semangat bagi kami sehingga kami bisa terus berkinerja lebih baik lagi” ujarnya.
Awali arahannya, Wakil Walikota menuturkan bahwa jasa tidak identik dalam ukuran materi dan dalam ketulusan membutuhkan integritas. Pendidikan bukan segalanya, tetapi segalanya dimulai dari pendidikan. Mereka yang terjun dalam dunia pendidikan memiliki jasa yang luar biasa untuk bangsa. Jasa tersebut tidak identik dengan materi. Bila dianalogikan, seperti jam dinding, dimana jarum panjang dan jarum pendeknya memberi petunjuk agar berdisiplin waktu. Kedua jarum itu sebagai tanda efektifnya jam tersebut. Namun, yang paling berjasa dalam efektivitas tersebut adalah perangkat yang ada didalamnya dan terkadang sering terlupakan, begitu juga dengan di sekolah. “Yakinlah pengabdian kita tidak disia-siakan oleh Tuhan. Sehingga keyakinan tersebut bisa menjadi modal untuk kita terus bekerja,” papar Idris Abdul Shomad, yang pernah menjadi guru selama 3 tahun.
Integritas juga tak hanya sebuah tuntutan yang normatif, tetapi membutuhkan komunikasi efektif, baik verbal dan non verbal, sehingga bisa dirasakan. Tak hanya komunikasi, integritas juga membutuhkan sebuah empati dan kedekatan hati. “Komunikasikan semua yang terkait dengan sekolah kepada seluruh elemen dan lingkungan di sekolah, karena beban pendidikan tidak hanya ditanggung oleh kepala sekolah saja” himbau Wakil Walikota. Diakhir arahan, Idris menghaturkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas suksesnya PPDB yang berjalan lancar tanpa ekses. (olas)