Siaran Pers
Humas dan Protokol Setda Kota Depok
Kamis, 17 Juli 2014
Dalam rangka Festival Hari Puisi Indonesia Tahun 2014 beberapa Pejabat Daerah, Penyair, dan artis pada Rabu, 16 Juli 2014 hadir di Taman Isma'il Marzuki untuk membacakan bait-bait Puisi. Beberapa kalangan sengaja diundang untuk meramaikan dan meriahkan Festival Hari Puisi tahun 2014. Puisi merupakan karya sastra yang perlu dihargai dan dilestarikan. Sebuah seni, keindahan sastra yang perlu diberi penghargaan.
Diharapkan melalui acara ini dapat menumbuhkan kecintaan dan menunjukan arti puisi bagi para generasi muda, bahwa puisi itu, bernilai dan perlu diberi penghargaan.
Pada Festival Hari Puisi Indonesia tahun 2014 ini, diadakan parade baca puisi pejabat, penyair, dan artis.Acara yang diawali dengan buka puasa bersama ini dihadiri oleh:(Parade Baca Puisi) diantaranya;Pejabat / Tokoh, Irjen Anang Iskandar (Kepala BNN), H.A Andi Burhanudin Solong (Ketua DPRD Balikpapan) Kh. Idris Abdul Shomad, MA, Agus Santoso Kepala PPATK. Penyair:Reny Silado, Rida K Liamsi, Aspar Paturusi, L K Ara, Joserizal Manua, Slamet Widodo, Hasan Asphani, Isbedy Stiawan.Dari kalangan artis diantaranya: Ray Saetapy, Mark sungkar, Ine febrianti, tika bisono. Dilengkapi dengan penampilan wayang sukuraga oleh Ki Dalang Fendi Sukuraga.
Wakil Walikota Depok Kh. Idris Abdul Shomad, MA berkesempatan untuk hadir dan memenuhi undangan. Beliau membacakan Puisi dengan tema Galau" . Galau dalam kondisi melihat keadaan politik Indonesia yang bengkok ( salah satu syair dalam puisi nya). Disusul oleh Ibu Wakil Walikota Elly Farida yang menyambung puisi dan tampil bersama dengan Wakil Walikota Depok. Tema yang dibawakan oleh Ibu Elly adalah suara hati, keadaan iman seseorang yang berada pada kondisi politik bengkok di negaranya.Penampilan keduanya begitu baik, dan begitu bagus ketika memcakan puisi penuh penghayatan.
Wakil Walikota beserta Ibu menyatakan sangat senang dan sangat bangga dapat berkontribusi dalam Festival Hari Puisi. Puisi adalah sebuah karya sastra yang patut dihargai, diperkenalkan kepada generasi muda. Agar seni membaca puisi dan karya sastra dicintai oleh generasi muda. Melalui puisi kita dapat menyelipkan makna-makna dan sebuah penggambaran suatu keadaan atau rasa hati. Semoga melalui acara ini, semakin banyak pihak yang sadar dan mau menghargai sebuah puisi sebagai karya sastra bernilai, "tuturnya. (Endang)