Hadiri FGD Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM, Sekda Depok : Masyarakat Tidak Perlu Panic Buying
-
Penulis:Adminstrator
Tanggal:01 Sep 2022
Waktu:13:12 WIB
Kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar pada tanggal 1 September 2022 sudah beredar di masyarakat. Namun, harga BBM Pertalite dan Solar tersebut tidak jadi naik pada hari ini.
Dilansir melalui website resmi mypertamina.id diketahui bahwa harga BBM Pertalite masih tetap yaitu Rp 7.650 per liter dan Solar di harga Rp 5.150 per liter.
Padahal masyarakat sudah mengantre untuk mengantisipasi kenaikan BBM ini dengan membeli BBM sejak Rabu (31/08/2022).
Dalam upaya mengantisipasi isu kenaikan BBM yang meresahkan masyarakat, Polres Metro Kota Depok mengadakan acara Forum Group Discussion (FGD) Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM di Aula Atmani Adhi Wedhana Polres Metro Depok, Kamis (01/09/2022).
Hadir Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri memberikan arahan. Dirinya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota memiliki satu visi dalam upaya membahagiakan masyarakat.
Supian menyampaikan bahwa dalam Rapat Koordinasi Tingkat Nasional (RAKORNAS) Tim Pengendali Inflasi Daerah Tahun 2022 yang diadakan secara virtual oleh Kementrian Dalam Negeri dibahas mengenai dampak inflasi dari kondisi peperangan antara Rusia-Ukraina.
"Pertama, peperangan antara Rusia-Ukraina mempunyai pegaruh besar dalam kondisi ekonomi. Kedua, kondisi covid-19 yang kini sudah mulai merangkak naik," kata Supian.
Kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini terkait dengan BBM menjadi salah satu pilihan disaat subsidi yang diberikan terlalu besar sehingga memberatkan pemerintah dalam segi pembiayaan, untuk itu subsidi dikurangi dan ini akan berdampak pada inflasi kondisi ekonomi.
"Kita tetap optimis, khususnya warga Depok yang pertama ketersediaan pangan kita sangat cukup, kita punya kurang lebihh 500 minimarket yang sejatinya mereka punya stok yang akan memberikan harga sesuai harga terendah tentunya, artinya tidak akan ada kenaikan-kenaikan. Mungkin diawal keberadaaan minimarket pro kontra, akan tetapi punya ketersediaan stok," terang Supian.
Supian mengharapkan dukungan semua pihak untuk menginformasikan kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi isu terkait kenaikan BBM,
"Ketersediaan pangan untuk Kota Depok aman walaupun Kota Depok tidak punya pasar induk atau tidak punya gudang, tetapi dengan adanya pusat-pusat perbelanjaan termasuk minimarket dan pasar tradisional sangat cukup untuk supply kebutuhan bagi masyarakat Kota Depok," ucap Supian.
Supian berharap adanya dukungan dalam upaya menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada kebijakan yang diambil pemerintah dalam hal pemberian bantuan baik langsung tunai maupun bantuan pangan kepada masyarakat. Kebijakan ini diharapkan akan menambah atau mencukupi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok sehingga perputaran ekonomi akan tetap ada.
Lanjut Supian mengarahkan masyarakat untuk dapat menghemat energi, sebagai contoh mengurangi penggunaan lampu untuk mengurangi biaya listrik. Selain itu Supian memberi arahan agar masyarakat berupaya dalam mencukupi kebutuhan yang dapat dilakukan sendiri, salah satunya dengan berusaha menanam cabai di rumah untuk antisipasi kenaikan harga cabai dengan inflasi yang cukup tinggi.
Terakhir, Supian menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panic buying dalam menghadapi isu kenaikan BBM saat ini.
"Stok BBM dan pangan di Kota Depok aman, masyarakat tidak perlu panic buying," tandasnya.