Uncategorized

Buka Forum Renja PD DLHK, Sekda Kota Depok Bahas Ketersediaan RTH

-
  • Penulis: Adminstrator
  • Tanggal: 16 Feb 2022
  • Waktu: 06:29 WIB
Sekretaris Daerah Kota Depok, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, di Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis, Rabu (16/02/2022).

Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri secara resmi membuka Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang berlangsung di Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis, Rabu (16/02/2022). Acara yang mengusung tema "kelola sampah, kurangi emisi, bangun proklim" berlangsung secara tatap muka terbatas dan virtual. 

Adapaun acara ini terselenggara dengan tujuan untuk menyelaraskan program, kegiatan dan sub kegiatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang RKPD di Kecamatan dan Perangkat Daerah, sehingga tersusun rancangan rencana sub kegiatan DLHK Tahun Anggaran 2023.

Forum Renja PD DLHK diikuti oleh Perangkat Daerah se-Kota Depok, stakeholder terkait dan asosiasi profesi dengan menghadirkan narasumber dari Bapedda Kota Depok, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri membahas ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Depok. Dirinya mengungkapkan, sebelumnya, beberapa waktu yang lalu telah menghadiri Diskusi Muatan  Situ Danau Embung Waduk (SDEW) Dalam Revisi RTRW Kota Depok Tahun 2022-2042 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Direktorat Jenderal Tata Ruang.

“Kaitan proses rencana tata ruang wilayah kota Depok, Kementerian ATR juga ingin yakin betul ketersediaan RTH di Kota Depok. Dari catatan kita, Depok memiliki 23 Situ, namun dalam catatan Kementerian ATR ada 31 Setu. Ini menjadi bahan diskusi kita, sampai dari Kementerian mengecek ke lapangan,” ungkapnya.

Dari hasil diskusi tersebut muncul 4 nama yang harus dipertahankan menjadi situ. Pertama Lembah Gurame, yang harus dipertahankan menjadi situ walaupun luasannya tidak begitu besar, dikarenakan masih terdapat sumber mata air. Kedua, Setu Krukut. Ini juga sempat menjadi perdebatan, karena sudah ada tol Desari dan juga SMP 13. “Karena masih ada mata air yang keluar, Kementerian ATR minta ini dipertahankan menjadi setu. SMP 13 insyaallah kita relokasi, eksisting akan kita bongkar,” ungkap Sekda.

Selanjutnya, Setu Pasir Putih juga menjadi konsern Kementerian ATR yang akan dihidupkan kembali menjadi situ. Terakhir Saung Talaga juga masih dianggap setu dan juga akan dipertahankan. “Ini juga menjadi PR kita, untuk konsern pada hal ini. Setu ini juga merupakan upaya kita untuk menyelematkan mata air untuk anak cucu kita,” imbuhnya.

Terakhir, Sekda mengucapkan terima kasih kepada Kepala DLHK beserta jajaran yang telah berkontribusi dalam penanganan masalah sampah di Kota Depok. “Saya berharap penanganan di hulu lebih konsern, agar kita bisa mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA,” tutupnya. 

Rabu, 16 Februari 2022

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Sekretariat Daerah Kota Depok 

Rokhmi Handayani Rahayu