Kartu Depok Sejahtera (KDS) merupakan kartu dengan beragam layanan bantuan sosial berbasis integrasi Data Kemiskinan di Kota Depok. KDS yang diperuntukan bagi warga pra sejahtera ini, secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Peluncuran yang di hadiri oleh Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono, Sekretaris Daerah Supian Suri, dan Perangkat Daerah, berlangsung di aula Teratai Balai Kota Depok Rabu (15/09/21).
Pemimpin Kota Depok menjelaskan, KDS akan mengintegrasikan data penerima Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non DTKS. “KDS merupakan wujud perhatian Pemerintah Kota Depok kepada masyarakat. Pendistribusiaan KDS dalam dua jenis, yaitu ATM Berbasis Kartu Keluarga, dan ATM bagi siswa didik kurang mampu dari SD hingga pendidikan tinggi,” kata Idris.
Wali Kota mengungkapkan, ada tujuh kategori penerima KDS. Pertama pelayanan kesehatan gratis melalui bantuan iuran PBI APBD. Kedua, bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi. Ketiga, renovasi Rumah Tidak layak Huni (RTLH). Keempat, bantuan Santunan Kematian (Sankem). Kelima, bantuan ketersediaan pangan. Keenam, bantuan untuk Lansia dan Disabilitas. Ketujuh, bantuan pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja.
Tahun ini, Pemkot Depok menyalurkan 4.000 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) PBI, 1.744 RTLH, 3.000 bantuan pangan bagi lansia dan disabilitas dan 923 Sankem. Bantuan juga diberikan untuk 8.770 siswa SD/MI, 459 siswa SLB, 6.872 siswa SMP/MTS, 774 siswa SMK, serta 40 pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja.
“Semoga kehadiran KDS dapat membantu perekonomian masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan mengangkat derajat warga. Kami juga akan terus melakukan monitoring terhadap penyaluran KDS, agar setiap bantuan tepat sasaran,” harap Wali Kota menambahkan, pihaknya bertekad menjadikan warga pra sejahtera sebagai prioritas, dengan menciptakan sistem layanan bantuan sosial yang mudah, simpel dan aksesibel bagi warga.
Depok, 15 September 2021
Sub Bagian Humas dan Dokumentasi
Bagian Promentasi Setda Depok
Siti Kholasoh